
Ahok dan pendukungnya, Baju Kotak-Kotak
JawaPos.com - Salah satu anggota tim pemenangan pasangan nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat sempat terlibat kericuhan pada siang tadi. Dia adalah anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP, Andapotan Sinaga.
Politikus dari partai berlambang moncong putih ini terlibat adu jotos di TPS 18 RW 07 Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Keributan terjadi ketika petugas tengah melakukan pemungutan suara di TPS itu.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, keributan itu terjadi karena baju kotak-kotak yang selama ini menjadi seragam pendukung Ahok-Djarot.
“Tadi itu ada tim pemenangan dari salah satu paslon (Andapotan) untuk mengecek ke TPS. Ternyata saksinya (saksi dari paslon nomor urut dua) tidak menggunakan baju kotak-kotak,” terang dia di Polda Metro Jaya, Rabu (15/2).
Argo lantas menuturkan, ketika itu pelaku menegur saksinya itu. Sementara, di TPS terdapat aturan bahwa tidak boleh mengenakan baju kotak-kotak atau atribut. "Ya kalau kotak-kotaknya hitam-putih kan gak masalah, tapi ini persis seperti yang digunakan untuk salah satu paslon,” tambah dia.
Saat menegur saksi itu, datang seorang Panwas yang merupakan kakak dari Ketua RW 07 Kelurahan Petojo Utara, Roby. Argo menambahkan, usai terlibat cek-cok, kakak Roby malah dipukul oleh Adapotan, sehingga Adapotan diamankan di Polsek Metro Gambir.
Argo yang juga mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini menambahkan setelah kejadian itu datang lima orang menggunakan baju kotak-kotak lagi. Kemudian Roby bertanya kepada kelima orang itu siapa yang telah memukul kakaknya tadi.
Sialnya, ketua RW itu malah dipukul Marahut Sinaga (48) yang kebetulan memakai baju kotak-kotak. Atas pemukulan itu, Roby mengalami luka di bagian pipi sebelah kiri.
Sejumlah warga yang ada di lokasi pun naik pitam melihat hal itu. Maruhut menjadi bulan-bulanan dan menjadi korban pemukulan warga. Atas kejadian itu juga dia dibawa ke RS Cikini, Jakarta Pusat untuk menjalani perawatan.
Perwira menengah ini menambahkan, hingga sekarang pihaknya belum melakukan penahanan terhadap pelaku pemukulan dalam insiden itu. “Kit menunggu dulu, karena ada saling pemukulan ya kita nanti tunggu apakah ada laporan atau tidak, misalnya ada laporan kita selesaikan,” tukas dia. (elf/JPG)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
