
Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
JawaPos.com - Raihan suara pasangan calon nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyon-Sylviana Murni diluar dugaan jauh tertinggal dari dua paslon lainnya. Hasil quick count LSI Denny JA, Agus-Sylvi hanya mendapat 16,87 persen saja.
Sementara, paslon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat memimpin dengan 43.22 persen disusul paslon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 39.91 persen.
Dengan demikian, pasangan Agus-Sylvi gugur di putaran pertama dan menyisakan dua paslon lain untuk bertarung lagi di putaran kedua. Denny JA mengingatkan bahwa konferensi persnya lima hari sebelum pencoblosan memprediksi dua hal.
Pertama pilkada berlangsung dua putaran, dan dukungan calon berada dalam ambang batas. Agus-Sylvi: 24,4- 39,6 persen; Ahok-Djarot: 27,2–39,2 persen, dan Anies-Sandi 25,6- 38,4 persen
Namun, dia mengakui prediksinya salah soal Agus. Putra dari presiden ke-6 RI itu mendapatkan hasil hitung cepat lebih kecil dari ambang batas. Sementara Ahok dan Anies mendapatkan lebih besar dari ambang batas.
Menurutnya, penyebab jebloknya perolehan suara Agus-Sylvi disebebkan oleh beberapa faktor. Antara lain, efek pernyataan Antasari Azhar yang menyatakan SBY sebagai inisiator kriminalisasi terhadap dirinya. Menurutnya itu menjadi isu sensasional dan digulirkan secara massif sehari sebelum pencoblosan.
“Twit-war dan pro kontra terjadi, diblow up media sedemikian rupa. SBY memang sudah memberikan jawaban , dan melaporkan Antasari ke jalur hukum. Namun discourse SBY versus Antasari ternyata lebih banyak merugikan Agus. Suara Agus banyak beralih ke Anies dan terutama ke Ahok. Data quick count menunjukkan perubahan dukungan itu,” jelasnya.
Kedua, angka golput sekitar 23 persen dalam datannya, disebut lebih rendah dibanding Pilkada DKI sebelumnya yang umumnya di atas 30 persen. Namun, golput menurutnya lebih banyak datang dari pendukung Agus-Sylvi yang mayoritas berasal dari segmen menengah bawah.
“Dari studi golput yang LSI lakukan terhadap kasus beberapa wilayah, golput umumnya datang dari pemilih menengah bawah,” ujarnya.
Menurutnya, pemilih menengah bawah ada beberapa alasan yang menyebabkan mereka tak datang ke TPS. Di antaranya alasan ekonomi karena berkurangnya pendapatan jika datang ke TPS, dan alasan teknis, yakni karena administrasi surat menyurat dokumentasi kependudukan.
“Yang lainnya alasan politik. Umumnya kesadaran politik di segmen menengah bawah ini kurang partisipatif dalam politik,” tutup Denny. (ald/rmol/ps/yuz/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
