
Lini belakang Sriwijaya FC dianggap masih bermasalah saat melawan Barito Putera.
JawaPos.com - Sriwijaya FC sudah menginjakkan satu kaki ke babak 8-besar Piala Presiden 2017. Namun, tim asuhan Widodo Cahyono Putro ini masih punya pekerjaan rumah berupa performa lini belakang yang terus disorot.
Klub berjuluk Laskar Wong Kito itu berpeluang melenggang setelah berhasil kalahkan Barito Putra 2-1 pada laga kedua Grup 4 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (13/2).
Langkah Yu Hyun Koo dan kawan-kawan semakin ringan setelah Bali United hanya mampu bermain imbang 0-0 kontra Pusamania Borneo FC, tadi malam. Dengan demikian, mereka nangkring di puncak klasemen sementara koleksi 4 poin, disusul Bali United dan PBFC di posisi kedua dan ketiga sama-sama koleksi 2 angka.
Jika ingin lolos sebagai juara grup skuad Jakabaring tetap harus menang pada laga pamungkas hadapi PBFC, Sabtu (18/2). Nah, jika tim berjersey kuning hanya imbang, sementara pada pertandingan lain Bali United menang atas Barito Putera, kans lolos sebagai runner-up terbaik sangat terbuka atau bahkan tetap sebagai pemimpin klasemen dengan unggul agregat gol.
Dua gol klub pemilik gelar double winner edisi 2007-2008 itu dicetak winger Selamet Budiono pada menit ke-45 dan Hilton Moreira menit 60. Balasan tim berjuluk Laskar Antasari diciptakan Aron Muniz pada menit ke-83.
Widodo mengatakan, kemenangan didapat anak asuhnya tidak dengan mudah. Itu karena Barito yang juga tampil cukup rapat dalam menerapkan pertahanan grendel diprakarsai Hansamu Yama. “Laga berat, cuaca panas dan lapangan tebal. Saya berterima kasih pada pemain yang tetap berjuang maksimal hingga 90 menit,” kata Widodo usai pertandingan.
Mantan pelatih Gresik United ini mengaku cukup kesulitan membongkar pertahanan anak asuh Jacksen F Tiago pada babak pertama. Pola yang diterapkan di awal babak selalu menemukan jalan buntu. Selain itu para pemain juga kerap terburu-buru untuk menerapkan pola menyerang. “Tetapi babak kedua mereka lebih enjoy, dan bisa mengontrol permainan,” ungkapnya.
Meski menang, bukan berarti Sriwijaya FC tanpa evaluasi. Lini pertahanan yang dikomandoi duet Bio Paulin dengan Yanto Basna kembali jadi sorotan. Salah satunya karena kecolongan gol Aron Muniz, akibat salah antisipasi oleh pemain belakang.
“Tadi mereka buat kesalahan, melakukan position di daerah sendiri, namun berhasil direbut lawan. Ini jadi pekerjaan rumah (PR) kita ke depan, agar kesalahan ini tidak terulang lagi,” bebernya.
Kapten Sriwijaya FC, Yu Hyun Koo mengaku laga menghadapi Barito Putera cukup sulit. Terutama mengatasi kendala cuaca yang sewaktu waktu sering berubah. “Tetapi kami senang bisa meraih tiga poin. Ini jadi modal kita mengarungi laga-laga selanjutnya ke depan,” tutur mantan gelandang Semen Padang itu.
Sementara itu, Pelatih Barito, Jacksen F Tiago tak memungkiri kekalahan atas Sriwijaya FC membawa banyak evaluasi ke depan. “Catatan mungkin di laga pertama tadi kami tidak terlalu agresif. Kami lebih banyak menunggu, sehingga Sriwijaya FC lebih banyak bergerak bebas menekan pertahanan kami,” ungkap Jeksen.
“Target saya membangun dan membentuk tim dengan karakter keras, percaya diri tinggi, dan tidak takut pada siapapun. Tadi di lapangan kelihatan itu masih kurang, ini faktor utamanya juga,” sambungnya.
Selain faktor mental, pelatih yang juga banyak mengantarkan gelar di Persipura Jayapura itu mengevaluasi sektor penyelesaian akhir. “Ada empat peluang mutlak tadi, tetapi tidak mampu kami memanfaatkan. Ini juga jadi evaluasi kami sebelum masuk kompetisi resmi nanti,” tutup Jacksen. (cj11/ion/ce1/ira/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
