
PASANGAN SANGAT BERBAHAGIA: Dahlan Iskan (kanan) bersama Rianto Nurhadi dan istrinya, Indrawati. Indrawati menyiapkan santapan untuk Rianto. Pasutri yang sudah 60 tahun berumah tangga.
HOBI menyanyi Rianto Nurhadi kelihatannya tumbuh sejak kecil. Di mana pun Rianto terdengar menyanyi. Suaranya memang merdu. Paling merdu di antara teman-temannya.
Yang dia juga tidak mengerti adalah mengapa dia lebih suka menyanyikan lagu-lagu perjuangan Indonesia. Misalnya, Sepasang Mata Bola, Rayuan Pulau Kelapa, dan lagu-lagu pop Indonesia. Lagu Widuri misalnya, tidak bosan-bosannya disenandungkannya. Baik di rumah maupun di panggung-panggung pesta.
Begitu berhenti sekolah, Rianto ikut membantu kakak sulungnya mengumpulkan hasil bumi. Untuk dijual ke Surabaya. Dia ikut keliling ke desa-desa. Dengan sepeda. Lalu cari alat angkutan yang tidak mudah saat itu.
Dari situlah kakak-adik itu terus berpikir betapa pentingnya memiliki alat angkut sendiri. Ongkos angkut selama ini sebenarnya sudah bisa untuk membeli truk bekas. Itulah pikirannya siang-malam.
Maka ketika suatu saat ada penjualan truk bekas, kakak-adik itu nekat membelinya. Itulah truk pertamanya. Truk enam roda merek Chevrolet yang tidak ada baknya. Waktu itu, kayu jati masih murah. Kakak-adik tersebut membeli kayu untuk membuat bak truknya.
Memiliki truk bekas sama dengan memelihara persoalan. Kerusakan demi kerusakan menimpa. Kejengkelan demi kejengkelan berdatangan. Salah satu yang membuat mereka pusing adalah: kalau di tengah jalan pegasnya patah. Langsung saja usaha macet. Rugi. Jengkel.
Zaman itu truk masih jarang. Memperbaiki pegas juga tidak mudah. Dan tidak bisa cepat. Dari kesulitan inilah Rianto dan kakaknya berpikir membuat pegas ’’apa adanya’’. Bikin sendiri. Di bengkel truknya. Dengan peralatan roll manual. Jelek, sederhana tapi berfungsi.
Kian lama kian sempurna. Bahkan ada yang mulai memesan padanya. Lama-lama kakak-beradik itu memproduksi pegas untuk dijual.
Nah, momentum pun tiba. Modal asing diizinkan masuk Indonesia menjelang tahun 1970. Pabrik mobil mulai dibangun di dalam negeri. Mereka harus menggunakan komponen lokal. Rianto adalah satu-satunya yang secara nyata bisa memproduksi pegas.
Ketika utusan Jepang meninjau bengkelnya, mereka kaget: ini bukan pabrik pegas. Ini bengkel sederhana. Tapi, Jepang mau membinanya dengan modal dan teknologi. Jadilah pabrik pegas modern pertama di Indonesia.
Begitulah. Jepang tentu tidak hanya melihat besar kecilnya ’’pabrik pegas’’ Rianto di Malang yang ternyata hanya sebuah bengkel. Jepang bisa melihat pribadi dan karakter anak muda yang ada di belakang bengkel itu. Kalau saja Rianto saat itu bukan anak muda yang bekerja keras, yang rendah hati, yang haus belajar teknik, yang terus bertanya untuk bisa lebih baik, akankah Jepang tertarik pada bengkelnya?
Sikap, karakter, dan pribadi Rianto saat muda itulah yang lebih menentukan. Bukan bengkel pegasnya saja.
Sampai hari ini, karakter dan kepribadian Rianto seperti itu tidak berubah: baik hati, rendah hati, menghargai orang, dan terus belajar. Itu juga jadi kunci dalam membina kerukunan keluarga. Termasuk kerukunan dengan istrinya sendiri, Indrawati.
Dalam catatan ini diceritakan bagaimana Rianto yang suka mengalah kepada istrinya. Bukan dalam pengertian ’’suami takut istri’’, melainkan dalam pengertian ’’suami memahami istri’’. Termasuk mau mengakui sisi-sisi lebih dari istrinya. Sisi-sisi benar dari istrinya. Dan sisi-sisi nurani dari sang istri.
Dalam hal pembagian waris itu, misalnya. Rianto tidak minta pertimbangan orang lain. Tidak minta saran konsultan waris. Tidak membanding-bandingkan dengan bagaimana pengusaha besar lain melakukan pembagian waris. Satu-satunya yang dia ajak diskusi adalah istrinya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
