
Polisi melakukan olah TKP di tempat tewasnya dua tukang ojek
JawaPos.com - Nahas menimpa dua warga yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di Kabupaten Puncak Jaya ditemukan tewas. Kedua korban Adi Gading dan Nurhalim ditemukan tewas dengan luka tembak dan luka bacok di Kampung Papagaru, Distrik Irimulia, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (13/2).
Dilansir dari Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), pihak Polda Papua menyebutkan, korban Adi Gading tewas dengan luka tembak di pergelangan tangan kiri hingga tembus dan luka bacok di leher sepanjang 12 cm dan lebar 5 cm. Korban diduga dibacok menggunakan parang.
Sementara korban Nurhalim ditemukan tewas dengan luka tembak di lengan tangan kiri bagian atas tembus punggung belakang kiri dan luka tembak di bagian atas dada kiri tembus pinggang kanan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. A.M Kamal yang dikonfirmasi membenarkan adanya penembakan yang menewaskan dua orang tukang ojek di Kabupaten Puncak Jaya. Penembakan kedua tukang ojek ini menurut Kamal murni tindakan kriminal dan tidak ada kaitannya dengan pelaksanaan Pilkada Serentak 2017.
Kasus penembakan yang menewaskan dua tukang ojek ini menurut Kamal dilaporkan seorang saksi bernama Hajir yang pertama kali melihat kedua korban tergeletak di loksi kejadian.
“Saksi ini juga tukang ojek dan saat itu hendak pulang ke Mulia setelah mengantar penumpang di Tingginambut. Saat melintas di lokasi kejadian, saksi melihat kedua korban sudah tergeletak di jalan. Saksi kemudian kembali ke Pos Tingginambut untuk melaporkan kejadian ini,” jelas Kamal.
Selain saksi Hajir, saksi lain yang melihat kedua korban tergeletak di pinggir jalan yaitu tukang ojek bernama Nurdin dan penumpangnya bernama Nus Kogoya.
Saksi Nurdin menurut Kamal saat itu mengantar Nus Kogoya salah seorang aparat kampung di Kampung Wonwi, Distrik Wonwi dan melihat kedua korban tergeletak di jalan.
Melihat kejadian ini, kedua saksi memutuskan kembali ke Mulia. Namun saat akan kembali ke Mulia, saksi menurut Kamal sempat mendengar bunyi tembakan dari arah kanan sebanyak satu kali dan mengenai topi mlik Nus Kogoya.
“Keduanya panik kemudian memutuskan kembali ke Mulia. Sebelum sampai ke Mulia saksi sempat mampir di Pos Puncak Senyum untuk melaporkan kejadian tersebut. Kedua saksi juga sempat jadi sasaran tembak yang mengenai topi Nus Kogoya,” bebernya.
Kedua korban menurut Kamal sudah dievakuasi ke RSUD Mulia untuk diotopsi. Selain itu aparat gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan. (jo/nat/sad/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
