
TERIMA KASIH, SENIOR: Kombespol M. Iqbal (kiri) mendampingi AKP Sugeng Riyanto (dua dari kiri) saat melewati barisan pedang pora.
JawaPos.com – Polrestabes Surabaya memang tidak merayakan Hari Kasih Sayang pada Selasa (14/2). Namun, institusi kepolisian utama di Kota Pahlawan itu tahu cara berbagi cinta dan memberikan penghormatan bagi polisi purnatugas. Sebanyak 32 polisi yang pensiun tersebut dilepas dengan parade becak hias.
Karena itu, senyum lepas bercampur tangis haru terpancar dari raut wajah AKP (pur) Sugeng Riyanto. Masa bakti mantan Kanitbinmas Polsek Dukuh Pakis di kepolisian tersebut resmi berakhir pada hari istimewa itu. Dia memungkasi perjalanan karirnya dengan perasaan lega sekaligus bangga. ”Saya terharu sekali. Selama 39 tahun jadi polisi, baru pertama ini ada prosesi dengan diarak pakai becak,” ujarnya selepas acara wisuda purnatugas Bhayangkara tersebut.
Pelepasan atribut bagi polisi yang pensiun itu memang spesial. Mereka disambut dengan penuh sukacita layaknya pahlawan yang menang pertempuran.
Selepas upacara, 32 polisi yang pensiun didampingi istri-istrinya menerima kalungan bunga dari Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal. Ketika prosesi itu berlangsung, pasukan pedang pora membentuk lingkaran mengitari purnawirawan polisi tersebut.
Suasana sakral, khidmat, dan haru campur aduk ketika itu. Ada yang menangis sesenggukan. Ada pula yang tersenyum mantap. Setelah dikalungi bunga, mereka berjalan keluar menuju becak yang berjajar sejak pukul 06.30. Ketika keluar gerbang, polisi lain membentuk barisan pagar betis. Layaknya mengawal pasangan pengantin yang hendak melangkah ke pelaminan.
Becak-becak itu dihias dengan potongan kertas berwarna-warni. Pengayuhnya memakai kaus yang warnanya sepadan, putih polos. ”Semoga yang muda masih bisa tetap menjaga nama Polri. Semakin bisa mengayomi dan melindungi masyarakat,” kata Sugeng.
Sugeng merasa tersanjung saat naik becak hias bersama istrinya. Sebab, becaknya sempat dikayuh M. Iqbal. Bersama perwira menengah (pamen) lain, Iqbal memang sempat mancal becak. Meski hanya sekitar 50 meter, hal itu cukup menunjukkan respeknya terhadap polisi yang telah mengabdi puluhan tahun. Setelah memberikan penghormatan, pengayuh aslinya kembali mengambil alih kemudi.
Dari mapolres, arak-arakan becak hias itu mengarah ke Tugu Pahlawan. Jaraknya sekitar 500 meter dari titik awal keberangkatan. Iring-iringan becak cantik tersebut dikawal dengan menggunakan dua motor dan satu mobil patwal.
Tak pelak, parade becak hias itu menjadi perhatian masyarakat. Para polisi yang pensiun tersebut juga tidak canggung melambaikan tangan sebagai salam hangat ke pengguna jalan. Sesampainya di Tugu Pahlawan, mereka disambut beberapa anggota keluarganya yang ingin mengabadikan momen tersebut.
Sebanyak 32 pensiunan polisi itu kemudian bergantian swafoto (selfie). Canda tawa terdengar nyaring sembari saling memberikan semangat satu sama lain. Mereka menutup buku catatan karir dengan manis.
Pada kesempatan itu, Iqbal mengapresiasi dedikasi mantan anak buahnya yang telah bekerja keras selama memakai seragam cokelat. Meski, tidak jarang juga ada kerikil-kerikil kecil yang menguji kesabaran. ”Selama bertugas, mereka berjibaku dengan debu, asap, dan hujan. Terkadang niatnya sudah baik, tapi tetap dicela,” ujar mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.
Polisi dengan tiga melati di pundak itu menambahkan, memilih berkarir sebagai polisi berarti sudah tahu risikonya. Tidak tidur karena tugas di kantor adalah salah satunya. Namun, para purnawirawan itu telah melalui semua proses pengabdiannya.
Tidak bisa dimungkiri, waktu bergulir dengan cepat. Bagi para purnawirawan tersebut, mereka tidak bisa melawan kehendak waktu. ”Pelan tapi pasti semua akan purna. Mereka (polisi yang pensiun) sudah memberikan contoh bagi yang muda agar tidak menyalahgunakan wewenang,” ungkap alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 tersebut. (did/c7/dos/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Real Betis di Liga Spanyol: Tuan Rumah Kesulitan Menang!
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs NEC Nijmegen di Kualifikasi Liga Champions: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Sabah vs Hapoel Be'er Sheva di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
