
KOCAK: Siswa kelas XII IPS SMA Katolik St Louis 1 menjalani ujian praktik Selasa (14/2). Penampilan dalam bahasa Inggris.
JawaPos.com – Ujian praktik (uprak) bagi siswa kelas XII SMA tengah berlangsung. Tes yang memengaruhi kelulusan itu dihelat secara beragam. Di SMA Katolik St Louis 1 Surabaya, tes beberapa mata pelajaran digabung menjadi satu. Uprak di SMAN 6 Surabaya berlangsung secara bertahap.
Menempati ruang media 3, siswa IPS SMA Katolik St Louis 1 melakukan ujian praktik Selasa (14/2). Mata pelajaran bahasa Inggris, kesenian, dan keagamaan digabung sekaligus.
Setiap kelas dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing menampilkan drama dalam bahasa Inggris. Isi ceritanya sesuai dengan tugas keagamaan sebelumnya yang bertajuk Sang Guru. Mereka harus mewawancarai kalangan menengah ke bawah. Di antaranya, sopir ambulans, pawang binatang, preman, PSK, hingga kelompok transgender. Dari kisah mereka, anak-anak bisa mengambil pelajaran berharga bagi kehidupannya.
Kelompok 3 XII IPS 4, misalnya. Mereka menyajikan drama bertema kehidupan preman dan pengedar narkoba. Octavianus Stevie Lianto menjadi pemeran utama. Awalnya, Stevie merupakan pelajar yang cerdas. Karena orang tua tak memiliki biaya, dia putus sekolah. Rasa kecewa menjerumuskannya ke dunia kelam sebagai preman dan pengedar narkoba. ’’Kebetulan ada kenalan tukang parkir di dekat sekolah yang jadi informan,’’ tuturnya.
Setelah tiga kali pendekatan, akhirnya dia bisa mewawancarai tokoh Sang Guru-nya itu. Dari kisah tersebut, dia dan teman-temannya bisa mengambil hikmah. Yakni, cinta dan kasih keluarga bisa mengubah segalanya. Termasuk kepada si preman. Karena besarnya cinta keluarga, dia akhirnya bertaubat dan menjalani kehidupan secara benar.
Selama sebulan, Stevie dan kawan-kawan mempersiapkan drama itu. Selain membuat naskah dalam bahasa Inggris, mereka latihan. Tentu disertai dengan pembuatan properti pendukung. Hasil latihan tersaji memuaskan. Aplaus penonton membahana berkali-kali.
Uprak gabungan dan berkelompok itu, menurut Stevie, menguntungkan. ’’Kalau gini jadi lebih efisien. Waktu dan konsentrasinya juga tidak terpecah-pecah ke banyak hal,’’ ujarnya. Hal senada diungkapkan Stephany Mutiara Pradipta. Ketua kelas XII IPS 4 itu juga merasakan ujian yang dijalani cukup menyenangkan. Selain keagamaan, kesenian, dan bahasa Inggris, ada pelajaran olahraga yang digabung dengan bahasa mandarin. Sedangkan uprak komputer berlangsung secara mandiri.
Selain siswa IPS, para siswa dari kelas IPA menjalani ujian praktik olahraga dan bahasa mandarin. Kegiatan dimulai dengan doa bapa kami menggunakan bahasa mandarin. Kemudian, siswa mementaskan drama singkat dan dilanjutkan dengan senam sebagai materi ujian praktik olahraga.
Guru kesenian SMAK St Louis 1 Paulina Soesri menuturkan, penggabungan uprak terlaksana sejak empat tahun lalu. Tujuannya mengurangi beban siswa, mengefisienkan waktu, dan meningkatkan kebersamaan antarkelas.
Selain Soesri, guru bahasa Inggris Lucia Harvianti dan guru agama Tavib Yudianto memberikan penilaian sesuai dengan bidangnya secara individu. ’’Untuk bahasa Inggris, kami menilai pronunciation-nya. Sebelumnya juga sudah lihat saat latihan, jadi sudah bisa memberikan penilaian,’’ imbuh Lucia.
Sementara itu, Kepala SMAN 6 Nurseno mengatakan, ujian praktik di sekolahnya berlangsung secara bertahap. Pelaksanaannya dimulai awal Februari. Terutama untuk ujian praktik olahraga. Menurut Nurseno, ada 306 siswa kelas XII yang mengikuti ujian. ’’Sudah dicicil, olahraga dulu,’’ tegasnya.
Selain olahraga, ada beberapa uprak lain. Di antaranya, biologi, fisika, dan kimia. ’’Sudah disiapkan, minggu depan bisa dimulai,’’ katanya. Menurut Nurseno, saat ini jadwal siswa memang sangat padat. Sebab, ada serangkaian ujian yang harus dilakukan. Termasuk ujian sekolah dan ujian nasional.
Para siswa diajak untuk pendalaman materi. Mereka juga dibiasakan mengerjakan soal ujian melalui tryout. Baik tryout di sekolah maupun jika ada tryout dari provinsi. ’’Maret nanti juga padat. Kita ikuti saja jadwalnya,’’ ujarnya. (ant/puj/c19/nda/sep/JPG)

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
