
Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Djarot Saiful Hidayat
JawaPos.com – Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berupaya mengulang kesuksesan diringa dengan Joko Widodo saat berhasil melenggang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan menggunakan pakaian khas kotak-kotak. Pakaian dan politik telah melekat sebagai simbol bagi masyarakat untuk memberikan ciri setiap pasangan. Hal ini menjadi perhatian media asing karena pakaian favorit telah menjadi simbol politik di Pilkada ibukota Indonesia.
Laporan wartawan BBC Simeon Paterson, Rabu (15/2) menjelaskan pakaian telah lama dikomunikasikan bukan soal kenyamanan atau kelas di Indonesia, tetapi juga sebagai identitas politik untuk membedakan diri. Pakaian kotak-kotak di panggung politik dimulai pada 2012 di Jakarta saat Joko Widodo berhasil mencalonkan diri sebagai gubernur dengan menjalankan pasangannya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Kemeja kotak-kotak memberi tampilan pasangan tersebut lebih informal daripada kemeja batik yang sering dipakai oleh politisi tradisional. Hal ini juga diklaim lebih trendi bagi pemilih pemula yang menjadi kekuatan elektoral terbesar di Indonesia.
Ketika Jokowi menjadi presiden pada tahun 2014, Ahok mengambil alih gubernur dengan gerbong politik yang sama. Kemeja kotak-kotak dengan corak yang agak berbeda tetap menonjol dalam kampanye. Penampilan tersebut telah diadopsi oleh para pendukungnya.
Pesaing Ahok, Agus Harimurti Yudhoyono dan wakilnya Sylviana Murni rutin memakai pakaian hitam. Calon Anies Baswedan (kanan) dan pasangannya Sandiaga Uno lebih suka memakai kemeja putih.
Pilkada DKI Jakarta telah dibayangi oleh ketegangan sosial keagamaan. Ahok saat ini sedang diadili atas kasus penistaan agama. Peran Gubernur DKI Jakarta sering terlihat batu loncatan untuk kursi presiden, sehingga selalu menjadi sorotan. Pemilih akan mengetahui siapa pemenangnya, kotak-kotak, putih, atau hitam. (BBC/cr1/JPG)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
