Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Februari 2017 | 01.06 WIB

Program CSR Dinas Sosial Surabaya Masuk Tahun Keempat

PEDULI PENDIDIKAN: Dari kiri Direktur Program CSR Atiyun Najjah Indhira, Kepala Dinsos Surabaya Soepomo, dan Kepala Kompartemen Metropolis Jawa Pos Doan Widhiandono dalam sosialisasi program CSR di Graha Pena Jawa Pos. - Image

PEDULI PENDIDIKAN: Dari kiri Direktur Program CSR Atiyun Najjah Indhira, Kepala Dinsos Surabaya Soepomo, dan Kepala Kompartemen Metropolis Jawa Pos Doan Widhiandono dalam sosialisasi program CSR di Graha Pena Jawa Pos.


SMA dan SMK kini tidak gratis lagi. Diperkirakan semakin banyak anak yang rawan putus sekolah. Karena itu, pada tahun keempat ini Program Campus Social Responsibility (CSR) Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya semakin intens.



TAUFIQURRAHMAN



PROGRAM CSR akan memulai masa pendampingan untuk anak putus sekolah dan rawan putus sekolah. Program tersebut digagas dinas sosial (dinsos) sejak 2014. Misi utamanya mendampingi dan membantu anak usia sekolah lewat pendampingan mahasiswa.


Langkah pertama adalah sosialisasi kepada kampus-kampus di kota ini. Dinsos Selasa (14/2) mengundang 73 perguruan tinggi negeri dan swasta di lantai 5 Gedung Graha Pena Surabaya. Dalam acara tersebut, hadir beberapa perwakilan perusahaan ternama. Antara lain, Bank Jatim, PT PJB, PDAM Surya Sembada Surabaya, serta Jawa Pos sebagai partner utama program CSR.


Kepala Dinsos Surabaya Soepomo mengungkapkan, putus sekolah merupakan problem yang menghantui Surabaya sejak terompet Tahun Baru 2017. Ada ratusan siswa, terutama SMA/SMK, yang terancam putus sekolah. Jika dihitung, untuk membiayai kebutuhan mereka, pemkot perlu anggaran Rp 2 miliar per bulan. ’’Ini kalau pemkot sendirian tidak mungkin sanggup,’’ katanya.


Karena itu, lanjut Soepomo, CSR merupakan alternatif yang tepat untuk memitigasi potensi putus sekolah tersebut. Mahasiswa dianggap mampu mengatasi problem adik asuh melalui pendekatan persuasif. Juga, menghubungkan dengan berbagai akses pembiayaan. ’’Kami mengundang perwakilan perusahaan, jadi tidak perlu bingung untuk menyalurkan dana CSR (coorporate social responsibility)-nya,’’ tuturnya. Mahasiswa sebagai pendamping diharapkan mampu mentransfer perilaku dan kebiasaan-kebiasaan baik kepada adik asuhnya.


Direktur Program CSR Atiyun Najjah Indhira menyatakan, tahun ini sebenarnya dinsos kembali menetapkan kuota 200 adik asuh. Namun, jumlah tersebut dipastikan terus bertambah. Ayun, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sejak 2017, terutama setelah SMA/SMK tidak gratis lagi, semakin banyak kepala sekolah yang memasukkan siswanya ke daftar anak rawan putus sekolah. Otomatis semakin banyak pula adik asuh yang harus diakomodasi CSR.


Ayun menerangkan, program CSR tidak akan sembarangan memilih kakak pendamping untuk anak-anak yang kurang beruntung tersebut. Selain harus serius mendedikasikan waktunya dan taat aturan program, mereka wajib memiliki kemampuan personal untuk melakukan pendampingan. ’’Nanti kami lakukan tes kepribadian dan wawancara khusus juga,’’ ungkapnya.


Para perwakilan kampus yang datang diberi beberapa alat promosi berupa banner dan lembar brosur program CSR untuk dipajang di kampus masing-masing. Dengan begitu, mahasiswa yang ingin bergabung bisa segera tahu program CSR. ’’Kami harapkan perwakilan kampus bisa membuka rekrutmen untuk bergabung ke CSR mulai sekarang,’’ kata Ayun.


Sementara itu, Kepala Kompartemen Metropolis Jawa Pos Doan Widhiandono mengungkapkan, Jawa Pos menjalankan peran sebagai media dalam mendidik, menghibur, dan memberikan pengaruh positif terhadap masyarakat. Prinsip yang selalu dipegang adalah terlibat aktif dalam keseharian pembaca (part of the show). ’’Saya rasa program CSR inilah yang sangat kompatibel dengan prinsip ini,’’ katanya.


Doan menyatakan, ada banyak sekali kisah-kisah humanis dan inspiratif dalam setiap pendampingan. Karena itu, Jawa Pos juga mengangkat kisah-kisah inspiratif tersebut untuk menyentuh hati pembaca dan masyarakat Surabaya. ’’Tapi, berkali-kali saya tegaskan, tidak untuk menuai pujian,’’ jelas penulis buku Oleh-Oleh Jurnalis itu. (*/c15/oni/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore