
PEDULI PENDIDIKAN: Dari kiri Direktur Program CSR Atiyun Najjah Indhira, Kepala Dinsos Surabaya Soepomo, dan Kepala Kompartemen Metropolis Jawa Pos Doan Widhiandono dalam sosialisasi program CSR di Graha Pena Jawa Pos.
SMA dan SMK kini tidak gratis lagi. Diperkirakan semakin banyak anak yang rawan putus sekolah. Karena itu, pada tahun keempat ini Program Campus Social Responsibility (CSR) Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya semakin intens.
TAUFIQURRAHMAN
PROGRAM CSR akan memulai masa pendampingan untuk anak putus sekolah dan rawan putus sekolah. Program tersebut digagas dinas sosial (dinsos) sejak 2014. Misi utamanya mendampingi dan membantu anak usia sekolah lewat pendampingan mahasiswa.
Langkah pertama adalah sosialisasi kepada kampus-kampus di kota ini. Dinsos Selasa (14/2) mengundang 73 perguruan tinggi negeri dan swasta di lantai 5 Gedung Graha Pena Surabaya. Dalam acara tersebut, hadir beberapa perwakilan perusahaan ternama. Antara lain, Bank Jatim, PT PJB, PDAM Surya Sembada Surabaya, serta Jawa Pos sebagai partner utama program CSR.
Kepala Dinsos Surabaya Soepomo mengungkapkan, putus sekolah merupakan problem yang menghantui Surabaya sejak terompet Tahun Baru 2017. Ada ratusan siswa, terutama SMA/SMK, yang terancam putus sekolah. Jika dihitung, untuk membiayai kebutuhan mereka, pemkot perlu anggaran Rp 2 miliar per bulan. ’’Ini kalau pemkot sendirian tidak mungkin sanggup,’’ katanya.
Karena itu, lanjut Soepomo, CSR merupakan alternatif yang tepat untuk memitigasi potensi putus sekolah tersebut. Mahasiswa dianggap mampu mengatasi problem adik asuh melalui pendekatan persuasif. Juga, menghubungkan dengan berbagai akses pembiayaan. ’’Kami mengundang perwakilan perusahaan, jadi tidak perlu bingung untuk menyalurkan dana CSR (coorporate social responsibility)-nya,’’ tuturnya. Mahasiswa sebagai pendamping diharapkan mampu mentransfer perilaku dan kebiasaan-kebiasaan baik kepada adik asuhnya.
Direktur Program CSR Atiyun Najjah Indhira menyatakan, tahun ini sebenarnya dinsos kembali menetapkan kuota 200 adik asuh. Namun, jumlah tersebut dipastikan terus bertambah. Ayun, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sejak 2017, terutama setelah SMA/SMK tidak gratis lagi, semakin banyak kepala sekolah yang memasukkan siswanya ke daftar anak rawan putus sekolah. Otomatis semakin banyak pula adik asuh yang harus diakomodasi CSR.
Ayun menerangkan, program CSR tidak akan sembarangan memilih kakak pendamping untuk anak-anak yang kurang beruntung tersebut. Selain harus serius mendedikasikan waktunya dan taat aturan program, mereka wajib memiliki kemampuan personal untuk melakukan pendampingan. ’’Nanti kami lakukan tes kepribadian dan wawancara khusus juga,’’ ungkapnya.
Para perwakilan kampus yang datang diberi beberapa alat promosi berupa banner dan lembar brosur program CSR untuk dipajang di kampus masing-masing. Dengan begitu, mahasiswa yang ingin bergabung bisa segera tahu program CSR. ’’Kami harapkan perwakilan kampus bisa membuka rekrutmen untuk bergabung ke CSR mulai sekarang,’’ kata Ayun.
Sementara itu, Kepala Kompartemen Metropolis Jawa Pos Doan Widhiandono mengungkapkan, Jawa Pos menjalankan peran sebagai media dalam mendidik, menghibur, dan memberikan pengaruh positif terhadap masyarakat. Prinsip yang selalu dipegang adalah terlibat aktif dalam keseharian pembaca (part of the show). ’’Saya rasa program CSR inilah yang sangat kompatibel dengan prinsip ini,’’ katanya.
Doan menyatakan, ada banyak sekali kisah-kisah humanis dan inspiratif dalam setiap pendampingan. Karena itu, Jawa Pos juga mengangkat kisah-kisah inspiratif tersebut untuk menyentuh hati pembaca dan masyarakat Surabaya. ’’Tapi, berkali-kali saya tegaskan, tidak untuk menuai pujian,’’ jelas penulis buku Oleh-Oleh Jurnalis itu. (*/c15/oni/sep/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
