Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Februari 2017 | 00.59 WIB

Serunya Bermain Bareng Pak Polisi

MENGASYIKKAN: Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira (dua dari kanan) ikut bermain ular tangga pada Selasa (14/2) bersama siswa SD Mentari Kasih. - Image

MENGASYIKKAN: Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira (dua dari kanan) ikut bermain ular tangga pada Selasa (14/2) bersama siswa SD Mentari Kasih.

JawaPos.com – Bukan hanya remaja yang menjadi perhatian Satlantas Polrestabes Surabaya. Anak-anak sekolah dasar (SD) pun tidak luput dari kampanye keselamatan berkendara. Selasa (14/2) road show Surabaya Smart Riding 2017 menyapa siswa-siswi SD Mentari Kasih.


Satlantas Polrestabes Surabaya, Yamaha, dan Jawa Pos mengemasnya melalui permainan. Untuk memperkenalkan peraturan lalu lintas, misalnya, disediakan permainan ular tangga raksasa. Alhasil, sosialisasi berjalan penuh keceriaan.


Wajah para murid SD Mentari Kasih terlihat semringah. Tawa lepas terdengar ketika mereka diajak bermain oleh polisi. Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira tidak ketinggalan ikut main. Dia berbaris menunggu giliran melempar dadu jumbo bersama tiga siswa yang bermain ular tangga. ’’Budaya tertib lalu lintas semestinya ditanamkan sejak anak-anak. Mereka polos, tapi kritis,’’ ujar Adewira.


Permainan ular tangga yang disediakan memang berbeda dengan model pada umumnya. Selain ukurannya besar, permainan tersebut dilengkapi pertanyaan seputar rambu-rambu lalu lintas. Misalnya, rambu larangan belok, putar balik, hingga larangan parkir. Jadi, setiap anak yang memijak kotak pertanyaan harus menjawab gambar rambu di situ. Kalau jawabannya benar, mereka bisa melanjutkan untuk kembali melempar dadu hingga mencapai kotak finis. ’’Seru main sama pak polisi. Polisinya tegas, terus diajari peraturan lalu lintas,’’ ucap Marvel John Theodorus.


Siswa kelas IV itu merasa senang bisa mendapatkan materi seputar lalu lintas. Dia berjanji selalu mengingat pesan-pesan yang disampaikan polisi. Marvel juga siap mengingatkan orang tuanya untuk selalu tertib berlalu lintas.


Bagi orang tua murid, road show juga memiliki arti penting. Terutama untuk mendidik anak-anak. Materi yang disampaikan Bripka Abdul Rouf itu diharapkan bisa menumbuhkan disiplin berlalu lintas bagi para siswa saat sudah mengendarai kendaraan bermotor kelak. Selain itu, orang tua punya bekal untuk mengajari putra-putrinya tidak membawa kendaraan sendiri sebelum berusia 17 tahun.


Merry Situmorang, orang tua murid yang ikut menyaksikan acara tersebut, menyatakan bahwa anaknya yang masih duduk di bangku kelas V belum bisa dan tidak boleh mengendarai kendaraan. Meski begitu, Merry berkomitmen terus menjaganya di jalan. ’’Sampai mahasiswa bakal saya antar terus kalau memang belum waktunya punya SIM,’’ tutur perempuan berusia 43 tahun tersebut.


Sementara itu, bagi pihak yayasan, sosialisasi juga bernilai penting. Selama ini murid yang bersekolah di sana memang mengutamakan budi pekerti. ’’Kami memang mengajarkan sopan santun. Termasuk sopan santun di jalan kalau mereka sudah boleh bawa kendaraan,’’ jelas Ketua Yayasan Mentari Kasih Hasan Oetomo.



Dia menuturkan, materi yang didapat dari polantas itu tidak lantas berhenti dengan berakhirnya road show. Sebab, guru-guru akan menindaklanjuti dengan mengajarkan kembali materi sosialisasi tersebut. (did/c14/fal/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore