Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Februari 2017 | 00.40 WIB

Verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa SNM PTN Ditutup

Serba-serbi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri - Image

Serba-serbi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri

JawaPos.com – Waktu verifikasi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) berakhir Selasa (14/2). Panitia pusat menegaskan, tidak ada waktu tambahan bagi siswa yang belum melakukan verifikasi PDSS.


Panitia SNM PTN Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo menegaskan, pada penutupan verifikasi PDSS kali ini, panitia pusat tidak memperpanjang durasi waktu. ”Verifikasi PDSS sudah diberi waktu cukup lama. Jadi, tidak akan ada lagi penambahan waktu,” ungkapnya.


Bagi siswa yang belum melakukan verifikasi, secara otomatis data yang disetor sekolah melalui PDSS dianggap valid. Artinya, jika nanti ada masalah ketidaksesuaian data saat dinyatakan lolos SNM PTN, siswa harus mau menerima segala risiko. ”Kalau salahnya sedikit, biasanya siswa mendapat toleransi. Namun, jika banyak, jelas akan dipermasalahkan perguruan tinggi,” terang dosen Ilmu Komunikasi Unair itu.


Suko menambahkan, saat ini panitia pusat SNM PTN mengolah PDSS yang sudah masuk. Data tersebut diseleksi, lalu diumumkan siswa yang lolos dari kuota sekolah.


Siswa yang dinyatakan lolos seleksi akan diberi kesempatan untuk mendaftar pada 21 Februari–6 Maret. Suko berharap waktu dua minggu tersebut bisa dimanfaatkan siswa untuk memilih jurusan yang tepat. Sebab, pilihan asal dan tidak sesuai kemampuan biasanya akan merugikan pribadi siswa dan sekolah. ”Kalau nilainya jelek, tentu yang rugi siswa itu sendiri. Nilai jelek juga akan menjadi sorotan PTN untuk melakukan evaluasi terhadap asal sekolah siswa bersangkutan,” jelas anggota Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJ) itu.


Suko mengimbau para guru di sekolah untuk membina siswa yang dinyatakan lolos seleksi SNM PTN. Sebab, evaluasi beberapa perguruan tinggi, ada siswa yang dinyatakan lolos ternyata tidak melakukan pendaftaran.


Secara terpisah, Kepala SMAN 14 Surabaya Muntiani mengatakan, saat ini seluruh siswa di sekolahnya sudah merampungkan PDSS dan verifikasi. Semuanya tuntas pada 10 Februari lalu, sebelum ada waktu tambahan dari panitia pusat.


Untuk pemilihan jurusan, sekolah sudah membina siswa. Di antaranya, melalui konsultasi jurusan kepada guru bimbingan konseling (BK). ”Siswa akan diarahkan ke BK agar pilihannya sesuai,” ujarnya.


Waka Kurikulum SMAN 1 Surabaya Ari Suprapto menjelaskan, verifikasi PDSS oleh siswa rampung sejak 23 Januari lalu. ”Kami memberikan waktu selama tiga hari,” bebernya.


Untuk pemilihan jurusan, SMAN 1 memberikan kebebasan kepada siswa. Setelah memilih, sekolah melakukan tahap pemeringkatan per jurusan di universitas yang sama. Hal itu dilakukan agar siswa mengetahui keketatan dan peluang masuk. ”Kalau satu kelas ternyata ngumpul 25 anak di satu jurusan dan universitas yang sama, kan jelas banyak yang ndak lolos,” terangnya.



Untuk itu, sekolah biasanya menyarankan siswa tetap memilih jurusan yang sama di universitas berbeda. Harapannya, memperlebar peluang sekolah untuk lolos. Langkah ketiga, sekolah akan membuat pemeringkatan selama tiga tahun terakhir data siswa SMAN 1 yang lolos SNM PTN lengkap dengan jurusan dan universitas. Bagi jurusan yang masih jarang diterima, biasanya sekolah akan menyarankan siswa untuk memilihnya. ”Kami akan menyarankan, tapi tetap tidak akan memaksa siswa,” jelasnya. (elo/c7/nda/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore