Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Februari 2017 | 00.05 WIB

Dikira Boneka, Ternyata Orok Mengambang di Sungai

Orok yang ditemukan di Sungai Martapura di Dermaga PT Gemor, Kelurahan Basirih Banjarmasin Selatan, Senin (13/2) malam. - Image

Orok yang ditemukan di Sungai Martapura di Dermaga PT Gemor, Kelurahan Basirih Banjarmasin Selatan, Senin (13/2) malam.

JawaPos.com - Orok bayi ditemukan di Sungai Martapura di Dermaga PT Gemor, Kelurahan Basirih Banjarmasin Selatan, Senin (13/2) sekitar pukul 22.30 Wita. Bayi malang yang ditemukan sudah tak bernyawa lagi, larut di sungai dengan eceng gondok (ilung).


Mayat bayi itu ditemukan oleh seorang penjaga malam bernama Subli (32) warga Jalan Tembus Mantuil, Kelurahan Basirih Banjarmasin Selatan. Penemuan ini berawal ketika Subli melakukan pengecekan kapal serta mengontrol sekitaran dermaga pelabuhan, tiba-tiba secara tidak sengaja dia melihat bentuk seperti boneka di air, karena penasaran ia lalu menggesernya dengan kayu.


Betapa kagetnya dia ternyata sosok seperti boneka itu adalah seorang bayi yang sudah tidak bernyawa lagi. Dia pun langsung memanggil temannya dan beberapa saat kemudian warga mulai berdatangan. “Kaget saya, dikira tadi itu boneka setelah saya kuir-kuir dengan kayu ternyata orok,” ungkapnya saat diwawancarai.


Dia pun langsung memanggil anggota kepolisian dan juga menyebarkan penemuan ini ke anggota relawan emergency. Pantauan Radar Banjarmasin ketika di TKP orok tersebut masih berada di air, setelah anggota kepolisiaan Sat Polair Polresta Banjarmasin datang bayi tersebut langsung dievakuasi.


Yadi salah satu anggota emergency yang datang awal-awal mengatakan bahwa ketika itu dia langsung disuruh saksi untuk memegang kayu yang sebelumnya dipegang oleh saksi. “Mendengar kabar temuan orok, kami langsung datang, beberapa saat kemudian bayi tersebut langsung kami bawa ke Kamar Mayat RS Ulin Banjarmasin,” jelasnya.


Pantauan Radar Banjarmasin ketika di RS Ulin, orok bayi itu setelah berada di kamar mayat langsung ditaruh di ruang pendinginan, terlihat juga Kasat Polair Polresta Banjarmasin Kompol Untung Widodo.


Kasat Polair mengatakan bahwa setelah dilihat dari identifikasi jenis kelamin orok tersebut adalah laki-laki. “Umurnya sekitar 5-6 bulan dan mayat orok itu diperkirakan tidak sampai 24 jam di dalam air,” ungkapnya saat diwawancarai Radar Banjarmasin.


Dia juga menambahkan bahwa untuk pelaku masih dalam penyelidikan oleh aparat kepolisian. “Kami akan mengungkap kasus ini dan siapa orang tuanya akan kami cari,” katanya. (mr-147/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore