
Siada (40) diamankan aparat Polresta Samarinda dari kamar kosnya.
JawaPos.com - Saidah (40) terkejut melihat petugas kepolisian dari Satreskoba Polresta Samarinda tiba-tiba meringsek masuk ke dalam kamar kost Jalan Pattimura Gang 12 Samarinda Seberang. Ketika itu dia tengah beristirahat.
Ternyata petugas sedang memeriksa kamar kost tersebut dan mencari sabu yang disimpan oleh Saidah. Dengan tetap tenang Saidah sempat berdalih tidak mengetahui tentang barang yang sedang dicari para petugas, senin (13/2) Pukul 16.00 Wita.
Namun petugas tak langsung percaya dengan perkataan saidah dan terus melakukan penggeledahan. Sabu akhirnya ditemukan petugas yang disembunyikan Saidah di dalam bungkus makanan ringan. Dari penemuan tersebut, Saidah kembali mengelak bahwa sabu tersebut adalah miliknya.
“Itu milik temen saya yang datang saat saya tiduran. Saya tidak tau apa isinya, malah ditangkap,” dalih Saidah.
Saidah berdalih bahwa dirinya dijadikan korban saja, sebab saat rekannya itu baru saja pergi barulah petugas datang. ”Saya jadi tumbal kalau begini, Jika tidak polisi seharusnya juga menangkap rekan saya itu,” tambahnya.
Kendati demikian wanita berperawakan tomboi berdomisili di Jalan Mas Penghulu Gang Cendana Kecamatan Samarinda Sebrang jalan ini tak mengelak jika ia memang pengguna sabu, dan turut menjualkan sabu itu, dengan upah setiap poket senilai Rp 50 ribu.
"Ini baru dua kali saya jualkan, saya bantu jualkan saja. Kalau make memang iya, tapi seharusnya tidak saya saja yang ditangkap, ini pasti tukar kepala," ucapnya kesal di hadapan anggota polisi.
Sementara itu, Kaur Bin Ops Satreskoba Polresta Samarinda, Ipda Edi Santoso menjelaskan, penangkapan Saidah merupakan informasi yang diberikan warga adanya aktifitas yang mencurigakn di dalam kamar kost tersebut.”Setelah beberapa hari dilakukan penyelidikan dan memastikan bahwa benar informasi tersebut, barulah kita lakukan penggeledehan,” tutur Edi.
Dia menambahkan dari kamar kost tersebut petugas mendapati dari tangan Saidah petugas mengamankan 1 paket sabu seberat 1,10 gram dengan nilai Rp1,4 juta. Selain pemakai Saida juga sebagai perantara atau kurir dengan imbalan Rp50 ribu setiap pembelian. Dan untuk keterangan bahwa dirinya merasa di jebak tidak akan mengganggu proses hukum.
"Tentu anggota masih memeriksa yang bersangkutan, dan akan kita kembangkan lagi hingga ke bandarnya, maupun yang suplai narkoba ke pelaku," pungkasnya. (kis/fab/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
