
Para petugas saat menghitung suara pilkada DKI Jakarta di TPS dekat markas FPI.
JawaPos.com - Hal mengejutkan terjadi di tempat pemungutan suara 17 yang berdekatan dengan Markas Front Pembela Islam. Sebagai basis dari FPI yang anti terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, calon gubernur petahana itu malah unggul.
Sontak saja, warga yang banyak mendukung Habib Rizieq Shihab itu berteriak di lokasi pemungutan yang ada di Gang Paski, Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Warga selalu menyuraki bila nomor dua disebutkan petugas.
"Nomor dua," ucap petugas saat membuka surat suara di lokasi. Warga pun langsung membalas. "Belum sun**t tuh nomor dua," teriak warga seraya tertawa.
Hal itu menjadi bahan tertawaan para warga Petamburan. Padahal mereka sangat anti Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat.
Sampai penghitungan selsai, Ahok-Djarot unggul dari pasangan Anis Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.
Dari pantauan di papan pencatatan, Ahok-Djarot unggul dengan 278 suara. Sementara Anis-Sandi sekitar 212 suara. Dan paling terakhir adala Agus-Sylvi dengan 38 suara. (elf/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
