
PENCEGAHAN HIV/AIDS: Kondom-kondom yang bakal didistribusikan ke seluruh puskesmas di Sidoarjo.
JawaPos.com – Dinas Kesehatan Sidoarjo melakukan cara berbeda pada momen Hari Kasih Sayang Selasa (14/2). Mereka membagikan 4.320 kondom ke seluruh puskesmas di Kota Delta. Sasaran penyebaran kondom tersebut adalah kelompok risiko tinggi dan penderita infeksi menular seksual (IMS).
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo dr Idong Djuanda mengatakan, kegiatan itu dilakukan sebagai salah satu cara pencegahan HIV/AIDS. Tidak hanya disebarkan ke setiap puskesmas, kondom juga didistribusikan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) ke outlet di titik-titik hot spot kelompok risiko tinggi. ’’Hari ini (kemarin, Red) sudah mulai pendistribusian kondom,” katanya.
Menurut dia, yang termasuk kelompok risiko tinggi, antara lain, lelaki seks lelaki (LSL), waria, dan pekerja seks komersial (PSK). Mereka menjadi sasaran utama penyebaran kondom. Termasuk orang dengan HIV/AIDS (ODHA) maupun penderita sipilis. ’’Setidaknya dengan menggunakan kondom, persebaran HIV/AIDS bisa ditekan,” ucapnya.
Berdasar data sistem informasi HIV/AIDS (SIHA), lanjut dia, data penggunaan kondom kelompok risiko tinggi dan IMS mencapai 13 ribu. Tahun ini dinkes berharap penggunaan kondom terus meningkat. ’’Kami terus sosialisasikan penggunaan kondom kepada sasaran. Sudah banyak juga yang paham tentang bahaya HIV/AIDS,” tuturnya.
Idong mengungkapkan, penemuan kasus HIV/AIDS di Sidoarjo terus bertambah. Tingginya temuan kasus baru tersebut seperti fenomena gunung es. Selama Januari 2017 saja, dinkes telah menemukan 32 kasus. Perinciannya, kasus ibu hamil 3 orang, pasangan risiko tinggi (3), perempuan seks komersial (2), lelaki seks lelaki (8), dan lain-lain (16). ’’Ini temuan di awal tahun saja. Kemungkinan bisa bertambah,” ujarnya.
Selama ini dinkes terus berupaya untuk melaksanakan voluntary counseling testing (VCT) kepada kelompok risiko tinggi. Baik LSL, waria, PSK, maupun ibu hamil. Bahkan, untuk ibu hamil, dinkes memiliki program pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak. Jadi, ketika ditemukan kasus bumil positif HIV/AIDS, penularan langsung dicegah dengan obat antiretroviral (ARV). ’’Semakin banyak kasus HIV yang ditemukan, sebenarnya justru bagus. Sebab, pencegahan penularan HIV bisa dilakukan lebih baik,” katanya.
Salah satu upaya pencegahan itu adalah berpuasa melakukan hubungan seksual dengan pasangan berisiko tinggi. Selain itu, tidak berganti-ganti pasangan atau setia, menggunakan kondom ketika berhubungan seksual, tidak mengonsumsi narkoba, dan mencari informasi sebanyak-banyaknya (edukasi). ’’Penyebaran kondom ini adalah salah satu cara yang kami lakukan agar kasus HIV tidak semakin banyak,” ucapnya. (ayu/c7/dio/sep/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
