
Fitriani petugas tiket Trans Batam Dinas Perhubungan Kota Batam menunjukan alat Ticketing di Halte Batamcenter.
JawaPos.com - Moda transportasi massal di Kota Batam, Trans Batam, tahun ini mulai memberlakukan penggunakan tiket elektronik (e-ticketing). Sistem ini dianggap dapat mengantisipasi tingkat kebocoran pendapatan dari penumpang.
"Kita sudah mulai terapkan. Pertama ini baru beberapa rute saja. Contohnya di Sekupang," kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Batam, Yusfa Hendri yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (15/2).
Untuk mendukung Sistem e-ticketing ini, Dishub Batam menggunakan uang elektronik (e-money) yang dikeluarkan BRI, kartu Brizzi. Dengan sistem ini, penumpang tidak lagi menggunakan uang tunai. Penumpang cukup menggesekkan kartu pada alat yang disediakan.
Melalui sistem elektronik ini, pembayaran akan langsung masuk ke rekening penyimpanan Dishub. "Ke depan kita rencanakan semua rute dan koridor di Batam sudah memakai sistem ini," terang mantan Kadis Pariwisata itu.
Yusfa menyebut, selain digunakan untuk bus Trans Batam, kartu Brizzi ini juga bisa digunakan sebagai untuk membayar parkir dan kartu pembayaran retribusi sampah dan sebagainya. "Apalagi di pemko banyak aplikasi, misal bayar retibusi. Kalau ini bisa disatukan jelas akan memudahkan masyarakat," kata dia.
Menurutnya, mengukuhkan Batam sebagai Digital Island dan Smart City. "Makanya aplikasi ini kita terapkan secara bertahap," ujarnya.
Meski e-ticketing mulai diterapkan, warga yang belum memiliki kartu Brizzi, masih bisa membayar tiket secara manual. Penumpang membayar tunai kepada petugas yang dilengkapi kartu Brizzi. Lalu, petugas akan menggesekan kartu Brizzi ke mesin yang disediakan di beberapa bus Trans Batam.
"Jadi tak ada lagi tiket. Tahun ini kami juga pengadaan beberapa mesin Brizzi. Harapannya, akhir tahun seluruh bus kota sudah dilengkapi mesin ini," tuturnya.
Selain mengurangi kebocoran, melalui sistem ini, dishub optimis mampu menaikan target penerimaan dan jumlah penumpang. Bila tahun lalu, penerimaan Rp 4 miliar, tahun ini ditargetkan Rp 6 miliar. Begitu juga jumlah penumpang, bila tahun 2016 ada 1,2 juta penumpang. Maka pada tahun ini ditargetkan naik menjadi 1,4 juta penumpang.
"Kita targetkan kenaikan sekitar 200 ribu orang. Memang perlu sosialiasi, tapi kami optimis mampu meningkatkan target ini," terang Yusfa.
(rng/cr17/iil/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
