
DIOBRAL: Stok beras dan gabah di gudang Giyarto, petani Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng, menumpuk.
JawaPos.com – Petani Kota Giri akhirnya berjuang sendiri untuk memasarkan hasil panen padi mereka. Banting harga tidak bisa dihindari. Hal itu terjadi setelah beras mereka tidak ditampung Bulog karena tak memenuhi syarat.
Harga gabah kering panen (GKP) dilego Rp 3.100–Rp 3.200 per kilogram. Beras Rp 6.300 per kilogram. Harga tersebut di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Instruksi Presiden (Inpres) 15/2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras oleh Pemerintah menyebutkan, HPP GKP Rp 3.700/kg dan HPP beras Rp 7.300/kg.
”Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Bulog tetap menolak, sedangkan Dinas Pertanian Gresik belum bergerak,” ujar Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik Mohammad Hamzah Takim kemarin. Pemerintah diharapkan segera campur tangan. Sebab, kalau tidak, petani bisa frustrasi.
”Kami khawatir mereka enggan bercocok tanam lagi,” tegasnya. Hamzah berharap Bulog maupun Dinas Pertanian Gresik memberikan solusi.
Samiaji, petani asal Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng, hanya bisa pasrah. Lelaki 48 tahun tersebut memiliki stok gabah dan beras yang lumayan banyak. Stok itu disimpan karena sulit menjualnya dengan harga yang cocok. ”Gabah dan beras sudah nggak ada yang mau terima. Padahal, kami sudah banting harga,” keluhnya.
Sebelumnya, Kepala Sub Divre Bulog Surabaya Utara (Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo) Cecep Panin Nandiya menyatakan tidak membeli hasil panen petani karena kadar air terlalu tinggi. Itu tidak sesuai Inpres 15/2015. ”Saya tidak mau menyalahi standar inpres itu,” ujarnya.
Cecep meminta petani memperbaiki kualitas beras. ”Minimal, kandungan airnya 2 persen,” katanya. Dia juga menyarankan petani menjual dalam bentuk gabah kering panen (GKP) saja. ”Kalau gabah masih bisa diterima,” tegasnya. (yad/c21/roz/sep/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
