
BARU: Kompleks pergudangan di daerah Cerme. Kebutuhan terhadap gudang semakin tinggi.
JawaPos.com – Ketergantungan industri terhadap bahan baku luar pulau/negeri mendorong maraknya bisnis pergudangan. Sarana tersebut sering dimanfaatkan untuk menyimpan komoditas jual beli antarpulau.
Geliat pembangunan pergudangan bisa diamati saat berkendara di Jalan Raya Banjarsari, Cerme. Gudang warna cokelat kekuningan berdiri kukuh. Bangunan tersebut mencolok di tengah tambak. Kompleks pergudangan di wilayah itu masih dibangun.
’’Cerme memang menjadi pusat pertumbuhan gudang baru,’’ papar Kabid Pelayanan Tata Ruang, Bangunan, dan Lingkungan DPM dan PTSP Gresik Farida Haznah Ma’ruf saat ditemui di ruangannya Selasa (14/2). Gudang baru mulai berdiri tahun lalu. Padahal, sebelumnya Cerme lebih difavoritkan sebagai kawasan perumahan.
Farida menuturkan, wilayah di sepanjang Jalan Raya Cerme memang diperuntukkan jasa perdagangan. Pengusaha boleh membangun gudang. Namun, tidak untuk industri. ’’Tempo hari ada izin membangun pabrik di lokasi pergudangan. Kami tidak mengizinkannya,’’ katanya. Saat ini ada 12 titik kompleks pergudangan besar. Lokasinya tersebar di Manyar, Cerme, Driyorejo, Wringinanom, dan Menganti.
Adanya pergudangan, lanjut Farida, terdorong perdagangan antarpulau. Sebagian besar barang yang disimpan di dalamnya dipasok dari Kalimantan, Sumatera, dan pulau lain. Adapun, luas kompleks pergudangan bermacam-macam. ’’Minimal 10 hektare,’’ ujarnya. Dia memprediksi, tahun ini pembangunan pergudangan masih potensial. Acuannya adalah jumlah izin mendirikan bangunan (IMB) tahun lalu. Sepanjang 2016, terdapat 32 pembangunan gudang dan 2 kompleks pergudangan. Lokasinya berada di Cerme dan Manyar.
Senada dengan Farida, Direktur Pergudangan dan Industri Manyar Warehouse Nusantara Budi Lembono optimistis bahwa bisnis jasa masih potensial. Dia mencatat, jual beli dan sewa-menyewa gudang naik pada tahun lalu. Dibandingkan dengan 2015, pendapatan usaha tersebut naik 45 persen. ’’Kami menyewakan dan menjual enam gudang pada 2015. Pada 2016 ada 11 gudang,’’ katanya.
Dia membenarkan bahwa sektor pergudangan disokong perdagangan antarpulau. Gudang sering digunakan untuk menyimpan bahan baku industri kayu, pupuk, dan mamin.
Menurut Budi, pertumbuhan pergudangan di Kota Pudak disebabkan banyak hal. Salah satunya, nilai sewa yang lebih rendah daripada Surabaya. ’’Di Gresik, saya berani menyewakan gudang dengan tarif Rp 27 ribu per meter/bulan. kalau di Surabaya mungkin tidak bisa,’’ lanjutnya. (hen/c7/ai/sep/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
