Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Februari 2017 | 19.18 WIB

Cerme Jadi Pusat Pergudangan

BARU: Kompleks pergudangan di daerah Cerme. Kebutuhan terhadap gudang semakin tinggi. - Image

BARU: Kompleks pergudangan di daerah Cerme. Kebutuhan terhadap gudang semakin tinggi.

JawaPos.com – Ketergantungan industri terhadap bahan baku luar pulau/negeri mendorong maraknya bisnis pergudangan. Sarana tersebut sering dimanfaatkan untuk menyimpan komoditas jual beli antarpulau.


Geliat pembangunan pergudangan bisa diamati saat berkendara di Jalan Raya Banjarsari, Cerme. Gudang warna cokelat kekuningan berdiri kukuh. Bangunan tersebut mencolok di tengah tambak. Kompleks pergudangan di wilayah itu masih dibangun.


’’Cerme memang menjadi pusat pertumbuhan gudang baru,’’ papar Kabid Pelayanan Tata Ruang, Bangunan, dan Lingkungan DPM dan PTSP Gresik Farida Haznah Ma’ruf saat ditemui di ruangannya Selasa (14/2). Gudang baru mulai berdiri tahun lalu. Padahal, sebelumnya Cerme lebih difavoritkan sebagai kawasan perumahan.


Farida menuturkan, wilayah di sepanjang Jalan Raya Cerme memang diperuntukkan jasa perdagangan. Pengusaha boleh membangun gudang. Namun, tidak untuk industri. ’’Tempo hari ada izin membangun pabrik di lokasi pergudangan. Kami tidak mengizinkannya,’’ katanya. Saat ini ada 12 titik kompleks pergudangan besar. Lokasinya tersebar di Manyar, Cerme, Driyorejo, Wringinanom, dan Menganti.


Adanya pergudangan, lanjut Farida, terdorong perdagangan antarpulau. Sebagian besar barang yang disimpan di dalamnya dipasok dari Kalimantan, Sumatera, dan pulau lain. Adapun, luas kompleks pergudangan bermacam-macam. ’’Minimal 10 hektare,’’ ujarnya. Dia memprediksi, tahun ini pembangunan pergudangan masih potensial. Acuannya adalah jumlah izin mendirikan bangunan (IMB) tahun lalu. Sepanjang 2016, terdapat 32 pembangunan gudang dan 2 kompleks pergudangan. Lokasinya berada di Cerme dan Manyar.


Senada dengan Farida, Direktur Pergudangan dan Industri Manyar Warehouse Nusantara Budi Lembono optimistis bahwa bisnis jasa masih potensial. Dia mencatat, jual beli dan sewa-menyewa gudang naik pada tahun lalu. Dibandingkan dengan 2015, pendapatan usaha tersebut naik 45 persen. ’’Kami menyewakan dan menjual enam gudang pada  2015. Pada 2016 ada 11 gudang,’’ katanya.


Dia membenarkan bahwa sektor pergudangan disokong perdagangan antarpulau. Gudang sering digunakan untuk menyimpan bahan baku industri kayu, pupuk, dan mamin.


Menurut Budi, pertumbuhan pergudangan di Kota Pudak disebabkan banyak hal. Salah satunya, nilai sewa yang lebih rendah daripada Surabaya. ’’Di Gresik, saya berani menyewakan gudang dengan tarif Rp 27 ribu per meter/bulan. kalau di Surabaya mungkin tidak bisa,’’ lanjutnya. (hen/c7/ai/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore