Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Februari 2017 | 17.42 WIB

PLN Ikut Amankan Pilkada DKI Jakarta, Begini Caranya

Ilustrasi petugas PLN memantau instalasi listrik. - Image

Ilustrasi petugas PLN memantau instalasi listrik.

JawaPos.com – Hajatan besar warag DKI Jakarta pada Pilkada hari ini (15/2) ikut membuat PLN waspada. BUMN listrik itu tidak ingin pesta demokrasi cacat karena pasokan listrik yang tiba-tiba terputus. Oleh sebab itu, PLN siagakan pasokan setrum sampai seminggu ke depan.


Kepala Satuan Komunikasi Korporat I Made Suprateka mengatakan, perkiraan beban puncak pada Pilkada DKI Jakarta saat siang adalah 2.888 Mega Watt (MW). Sedangkan beban pada malam hari naik sampai 3.129 MW. Beban itu, sebenarnya masih di bawah beban normal hari biasa.


Itulah kenapa, diharapkan pasokan daya ke wilayah DKI Jakarta Raya dan sistem Jawa Bali dalam kondisi aman. Untuk diketahui beban puncak tertinggi pada 2016 terjadi di bulan Mei yaitu 5.321 MW pada siang hari dan 4.915 MW di malam harinya.


’’Listrik padam bisa saja terjadi dalam keadaan yang tidak terencana. Misalnya terjadi gangguan pada sistem jaringan tenaga listrik, kejadian yang tidak terprediksi sebelumnya atau bencana alam (force majeure),’’ terangnya.


Untuk mengantisipasi percepatan pemulihan kalau ada gangguan jaringan, PLN Disjaya melakukan siaga penuh pada setiap Posko Pelayanan Teknik. Total ada 16 wilayah selama 24 jam sehari 7 hari seminggu. Posko-posko tersebut dapat dihubungi melalui Contact Center 123 dari telepon rumah, telepon seluler, Facebook PLN123 dan Twitter @pln_123.


Lebih lanjut dia menjelaskan, langkah-langkah operasional yang dipersiapkan PLN Disjaya untuk menjaga pasokan listrik adala:


1.  Melakukan pengecekan pada seluruh Jaringan Tenaga Listrik (JTL) di wilayah Disjaya, terutama kondisi JTL yang kritis, yang diperkirakan dapat menimbulkan gangguan padam di sisi pelanggan. Apabila diketahui ada jaringan yang rawan gangguan akan segera diperbaiki.


2.  Pada sistem 20 kilo Volt (kV) diusahakan kondisi jaringan dalam keadaan normal. Apabila terdapat gangguan, maka akan dilakukan manuver jaringan dengan melihat kemampuan peralatan distribusi di sisi 20 kV sehingga daerah yang terganggu bisa diisolir dan segera dilakukan perbaikan 


3.  Lebih meningkatkan kesiapan pelayanan gangguan Jaringan Tenaga Listrik (JTL), dengan cara piket standby bagi petugas pemeliharaan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) yang terbagi dalam 3 shift selama 24 jam, khususnya dalam hal percepatan mengatasi gangguan dan/atau pemulihannya. 


4.  Menyiapkan 14 Unit Gardu Bergerak (UGB), 8 Unit Kabel Bergerak (UKB), 16 Unit Trafo Bergerak (UTB) dan 13 Genset Mobile yang didukung oleh kekuatan petugas piket pelayanan teknik sebanyak 1200 personil, 60 regu unit mobile dan 90 motor Unit Layanan Cepat (ULC).


Ditambahkan Suprateka, tempat-tempat yang menjadi pantauan khusus saat Pilkada Jakarta adalah Hotel Borobudur, KPU Pusat, KPU DKI Jakarta, KPUD se-Jakarta, posko pemenangan 3 pasangan calon, Kantor Kementerian Dalam Negeri, Balaikota DKI Jakarta, Kantor Walikota se-Jakarta, Kantor Kecamatan dan Kelurahan se-Jakarta, media elektronik, dan Kantor PLN.


’’Hingga perhitungan suara selesai, PLN akan memberikan prioritas kelistrikan ke lokasi-lokasi tersebut,’’ tegasnya.




Selain untuk Pilkada DKI Jakarta, dia mengungkapkan pasokan listrik ke daerah lain yang sedang menggelar Pilkada juga dijaga. Seperti diketahui, saat ini ada 101 daerah yang melaksanakan Pilkada. Dia memastikan ada peningkatan peningkatan kesiapan instalasi dan kesiagaan operasi untuk meminimalisir kemungkinan gangguan listrik padam. (dim)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore