
Ilustrasi pekerja tekstil
JawaPos.com - Indonesia menjajaki kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat (AS) untuk memacu pertumbuhan pasar ekspor. RI juga mengincar investasi padat modal dan teknologi dari perusahaan-perusahaan asal AS.
AS adalah mitra dagang nomor tiga negeri ini setelah Tiongkok dan Jepang. Total nilai perdagangan Indonesia-AS pada periode Januari-Juli 2016 mencapai USD 13,02 miliar. Pada akhir 2016 Indonesia mencatat surplus USD 5,23 miliar atau naik tipis 1,75 persen bila dibandingkan dengan 2015 yang mencapai USD 5,14 miliar.
"Indonesia dapat mengisi pasar AS dengan tekstil, pengolahan karet, kulit, barang kulit, makanan-minuman, dan alas kaki," tutur Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto setelah bertemu dengan Dubes AS Joseph R. Donovan Jr di kantor Kemenperin, Jakarta, kemarin (14/2).
Perjanjian bilateral juga menjadi salah satu cara pemerintah untuk menghilangkan hambatan tarif sejumlah produk ekspor Indonesia. Salah satunya bea masuk produk tekstil yang sebesar 12,5 persen.
"Sedangkan Vietnam sudah nol persen karena ada agreement kedua negara. Jadi, perjanjian tersebut juga akan mendongkrak daya saing produk kita," terang politikus Partai Golkar tersebut.
Nilai ekspor Indonesia ke AS pada 2016 sebesar USD 9,13 miliar. Kontribusi sektor yang memiliki nilai ekspor dengan tren positif, antara lain, industri pengolahan kelapa sawit, furnitur, pulp dan kertas, barang-barang kerajinan, elektronik, serta pengolahan aluminium.
Menperin juga mengundang investor AS untuk menanamkan modal di kawasan-kawasan industri. Misalnya Dumai dan TanÂjung Buton di Riau, Berau di Kalimantan Timur, Gresik di Jawa Timur, Kendal di Jawa Tengah, serta Morowali di Sulawesi Tengah. "Di Sulawesi kami fokuskan untuk industri pengolahan mineral serta di Riau dan Kalimantan Timur menjadi kawasan industri untuk pengolahan CPO (crude palm oil, Red)," tutur dia.
Airlangga juga berharap tahun ini ada tambahan investasi atau ekspansi yang terealisasi dari pelaku industri AS. Misalnya raksasa elektronik Apple yang berencana membangun pusat inovasi di Indonesia. (agf/c11/noe)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
