
Ketua Apersi Kaltara Dharma Siregar bersama pihak Developer saat meninjau salah satu lokasi pembangunan perumahan Jokowi di Bulungan.
JawaPos.com - Program sejuta rumah yang digagas Presiden RI Joko Widodo terus berlanjut. Tahun ini, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendapatkan jatah sebanyak 3.280 unit. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kaltara, Dharma Siregar mengungkapkan, nantinya akan tersebar di 5 kabupaten/kota.
Hanya saja, menurut Dharma, perumahan tersebut akan diprioritaskan di Ibu Kota Provinsi Kaltara, Tanjung Selor. Sebab Tanjung Selor dinilai daerah yang akan berkembang. Mengingat statusnya sebagai ibu kota provinsi ke-34 ini.
“Sekitar 2.000 unit untuk di Bulungan. Dimana sejauh ini ada empat lokasi yang akan dibangun oleh dua developer atau pengembang, yaitu daerah kilometer 4, 9, Desa Apung dan Selimau,” ungkapnya dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Rabu (15/2).
Namun sejuah ini, kata dia, area yang siap untuk dibangun berada di kilometer 4. Kapasitas lahan yang sudah dipersiapkan sekira 10 hektare. Dan saat ini dalam proses pematangan lahan. Sedangkan 3 lokasi lainnya masih dalam proses pengurusan pembebasan lahan dan penimbunan.
“Kilometer 4 itu dengan lahan yang ada akan dibangun sekitar seribu unit. Namun untuk tahap awal akan dibangun 400 terlebih dahulu. Kemungkinan mulai pembangunan pada Maret mendatang,” sebutnya. “Sedangkan Selimau yang juga dilakukan penimbunan lahan sekitar 1,5 hektare, akan dibangun 84 unit,” sambungnya.
Sementara itu, menurut Dharma akan dibangun juga di Kabupaten Tana Tidung (KTT) jumlahnya sekira 100 unit. Untuk lahannya dipersiapkan sekira 5 hektare. Adapun progresnya saat ini sudah tahap pembebasan lahan dan perizinan oleh pengembang. “Sedangkan Kota Tarakan juga telah terbangun sebanyak 97 unit saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, untuk Kabupaten Malinau dan Nunukan, pihaknya masih menunggu Koordinator Wilayah (Korwil) Apersi kabupaten. Sebab nantinya pihak Apersi kabupaten tersebut yang akan mengajukan kebutuhan rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). “Kami harapkan secepatnya,” harapnya.
Disinggung mengenai tipe rumah yang akan dibangun. Dia mengatakan, rumah yang akan dibangun bertipe 36 dengan luasan tanah 90 meter persegi. Sedangkan lebarnya 9 meter dan panjang 10 meter.
“Dengan harga Rp 135 juta per unit, dapat dibayar dengan cicilan yang dibagi dalam empat skema. Yakni 5, 10, 15 dan 20 tahun, cicilan untuk 20 tahun itu mencapai 900 ribuan per bulan dengan bunga flat 5 persen,” paparnya.
Nah, untuk peruntukan kepada siapa saja perumahan tersebut. Dia menuturkan, nantinya akan diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan gaji pokok tidak melebihi dari Rp 4 juta per bulan.
“Siapa saja boleh, namun tentu sesuai dengan persyaratan tersebut. Sejauh ini dari sekitar 850 peminat, kebanyakan PNS mengingat antusias yang cukup baik, kami akan berupaya menyelesaikannya tahun ini juga,” tutup Dharma. (*/sam/keg/fab/JPG)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
