
Panpel Arema FC memiliki cara efektif untuk membantu mengurangi kritik terhadap Aremania.
JawaPos.com - Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC memiliki cara efektif untuk membantu mengurangi kritik terhadap Aremania. Belakangan, Aremania memang mendapatkan cibiran karena sering menyanyikan lagu/chant negatif atau kurang layak.
Caranya yang dilakukan Panpel memasang banner imbauan yang dipasang di balik papan advertorial board. Banner tersebut telah dipasang sejak laga melawan Persija Jakarta, pekan lalu. Berada di depan tribune ekonomi atau di depan papan skor, banner yang bersifat imbauan itu terdiri dari dua kalimat.
Banner pertama bertuliskan 'Misuh Bukan Rasis, Tapi Jelek Untuk Kita'. Masih di balik a-board sisi timur, banner berikutnya tertulis 'Ojo Misuh Sam Akeh Arek Cilik'. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, banner itu bermakna 'Menghujat bukan rasis tapi jelek untuk kita' dan 'Jangan misuh mas, banyak anak kecil'.
Dengan banner tersebut, terlebih dengan tata letak yang tepat karena bersinggungan langsung, secara tidak langsung mengingatkan Aremania. Sebab, selama ini chant j***ok dan a****g masih kerap dikeluarkan ketika memberikan dukungan.
"Parahnya suporter yang tidak ada sangkut pangkutnya dengan tim Arema atau lawan di lapangan justru disebut-sebut," ujar Ferry Anggriawan Charima, Aremania Kepanjen.
Dalam laga itu, Aremania terbukti menahan diri untuk tidak mengeluarkan nyanyian yang kerap dikeluhkan Aremania lainnya, yang datang bersama anak-anak. Memang sempat ada satu atau dua kali chant dinyanyikan, namun begitu sampai pada kata-kata yang dimaksud, suara tidak lagi terdengar.
"Bagus kalau seperti itu. Mari kita fokuskan dengan suport pada tim sendiri. Pasti banyak yang lebih nyaman seperti lawan Persija," ungkapnya.
Panpel Arema merasa bersyukur jika upaya yang mereka lakukan efektif. Sebab selama ini Panpel mendengarkan keresahan dari Aremania yang tidak sepakat dengan chant tersebut.
"Kalau efektif ya Alhamdulilah. Karena selama ini banyak orang tua yang resah datang ke stadion, takut anaknya iku-ikutan menyanyikan dukungan seperti itu," papar Ketua Panpel Arema, Abdul Harris.
Cara itu dinilai lebih efektik ketimbang memasang spanduk imbauan yang diletakkan tepat di depan pintu masuk tribune Stadion Kanjuruhan. "Tugas klub memang seharusnya memberikan edukasi pula pada supporter, agar iklim sepak bola dan antar suporter lebih positif," tambahnya.
Di laga selanjutnya, besar kemungkinan Panpel akan melakukan hal yang sama untuk mengurangi nyanyian negatif di dalam stadion. (ley/jon/ira/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
