
PEDE: Tim Gita Siswa Anoraga dari SDN Margorejo I saat tampil dalam event Kejuaraan Nasional Drum Band Junior di Lampung awal Februari.
JawaPos.com – Kecil-kecil cabai rawit. Peribahasa itu pantas disematkan untuk siswa-siswi SDN Margorejo I. Dalam event Kejurnas Junior Cabang Olahraga Drum Band Satuan Kecil 2017 di Lampung pada 4–8 Februari, tim drum band SDN Margorejo I menorehkan prestasi. Yakni, menjadi juara favorit. Tim tersebut meraih predikat perak lomba baris-berbaris dan predikat perak lomba unjuk gelar.
Kepala SDN Margorejo I Asri Sukariyani menuturkan, di antara 12 tim yang berlaga di event tingkat nasional tersebut, Gita Siswa Anoraga dari SDN Margorejo I merupakan tim yang paling muda. Sebab, tim lain berasal dari jenjang SMP dan SMA. ”Ternyata anak-anak tidak kalah dengan tim lain,” jelasnya.
Bahkan, sebagai satu-satunya peserta dari jenjang SD, tim Gita Siswa Anoraga menjadi bintang lapangan. Betapa tidak. Performa para siswa tidak kalah dengan kakak-kakak senior dari wilayah lain. Apalagi dengan alat musik tiup yang dibawakan. Tidak banyak peserta lain yang menggunakan alat musik tiup.
Sebelum berlaga di tingkat nasional, tim Gita Siswa Anoraga terpilih mewakili Jawa Timur. Selanjutnya, mereka melenggang ke tingkat nasional. Membanggakan dan merupakan prestasi tersendiri. ”Bisa melatih mental siswa dan cari pengalaman, siswa juga tidak minder, apalagi mayoritas dari SMP-SMA,” terangnya.
Dalam persiapannya, mereka berlatih intensif selama sebulan. Mereka berlatih pada pukul 06.30 hingga 10.00. Kemudian, kembali berlatih pada pukul 15.30 hingga 20.00. Selain latihan musik, yang tidak kalah penting adalah latihan ketahanan fisik.
Latihan ketahanan fisik tidak boleh dianggap enteng. Sebab, pada event tingkat nasional itu, siswa mengikuti lomba ketahanan dan ketepatan berbaris (LKKB) 2.000 meter dan 4.000 meter. Pelatih drum band SDN Margorejo I Rubianto mengatakan, LKKB 2.000 meter ditempuh dalam waktu 20 menit. Sementara itu, LKKB 4.000 meter ditempuh dalam waktu 40 menit.
Selain adu ketahanan, siswa mengikuti adu kecepatan. Yakni, untuk 400 meter dan 600 meter. Tim Gita Siswa Anoraga mampu menempuh jarak tersebut dengan durasi waktu masing-masing 3 menit 11 detik dan 4 menit. Asri menambahkan, ada tiga item penilaian. Yakni, kecepatan waktu, kerapian barisan, dan musik. ”Yang penting jangan sampai kena penalti. Misalnya, barisan putus,” tuturnya.
Zahra Ekky, salah seorang peserta, menjaga diri menjelang lomba. Sebagai pemegang alat musik tiup, Zahra tidak mengonsumsi beberapa makanan. Di antaranya, gorengan, es, dan makanan kemasan.
Siswa kelas V itu merasa senang bisa ikut lomba drum band. Apalagi hingga level nasional. ”Senang bisa ketemu teman-teman baru, di sana disalami,” katanya bangga. (puj/c7/nda/sep/JPG)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
