
Ilustrasi
JawaPos.com - SLS alias Uni (16) memilih mengakhiri hidupnya dengan tragis. Gadis warga Desa Buton, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan (Halsel) tersebut memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Senin (13/2) pagi.
Dilansir dari Malut Post (Jawa Pos Group), Uni diduga kecewa berat pada ayahnya La Samani. Pasalnya, sang ayah memukuli dan memarahinya setelah ketahuan jalan bareng kekasihnya, malam sebelumnya. Usai pertengkaran dengan La Samani, Uni memilih pergi dari rumah.
Remaja itu memilih tinggal sementara di rumah salah satu warga Desa Buton, La Husen. Esok paginya, kakak kandung korban La Jumadi mendatangi rumah Husen untuk mengajak pulang sang adik. Sayangnya Uni menolak.
Sang ayah lalu menyusul ke rumah Husen. Tujuannya sama, memanggil pulang putrinya. Lagi-lagi Uni menolak. ”Karena tidak mau pulang, korban dipukuli ayahnya sebagai tanda nasehat,” ungkap Kapolres Halsel AKBP Zainudin Agus Binarto.
Uni akhirnya pulang ke rumah dengan terpaksa. Sesampainya di rumah, ia langsung mengunci diri di kamarnya. Keluarganya memaklumi tindakan tersebut sebagai sikap merajuk khas remaja. Nahas, Uni ternyata langsung menggantung dirinya di kamar tersebut.
Kematian gadis itu pertama kali diketahui Juliyanti La Agu, 23, tetangga korban. Saat tengah makan di dapur rumah korban, Juliyanti melihat aliran air dari kamar korban. ”Jadi saksi melihat urine korban telah merembes dari dalam kamarnya. Saksi langsung mendobrak pintu dan melihat korban dalam keadaan tergantung," tutur Agus Binarto.
Juliyanti sempat memotong tali plastik yang melilit di leher korban. Sayangnya, nyawa Uni tak dapat diselamatkan lagi. Juliyanti pun berteriak meminta pertolongan warga lain. ”Waktu kejadian dia (saksi, Red) langsung panggil warga, hanya saja sudah tak bernyawa," terang Agus.
Penemuan tubuh tak bernyawa Uni pun diteruskan ke pihak kepolisian yang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi. Mayat korban pun dibawa ke Puskesmas Laiwui untuk dilakukan pemeriksaan luar.
”Namun tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kita juga sudah mengamankan BB diantaranya baju dan celana korban serta seutas tali," ucap Agus.
Selain bekas luka lebam di leher korban akibat tali yang digunakan untuk menggantung diri, pihak medis memastikan tak ada tanda-tanda kekerasan lain. Uni pun dipastikan murni tewas akibat gantung diri. ”Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Jadi jenazah korban langsung dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” tutup Agus.(cr-07/kai/sad/JPG)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
