Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Februari 2017 | 04.49 WIB

Geliat Drum Band Surabaya di Kejuaraan Nasional, Koreografi dan Formasi Memikat Hati

PRESTASI MEMBANGGAKAN: Drum Band Gita Rama Shinta Spensa Surabaya memamerkan trofi dan medali yang mereka raih pada Kejuaraan Nasional Drum Band Junior. - Image

PRESTASI MEMBANGGAKAN: Drum Band Gita Rama Shinta Spensa Surabaya memamerkan trofi dan medali yang mereka raih pada Kejuaraan Nasional Drum Band Junior.

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drum Band Junior pada 4–8 Februari di Lampung menyisakan kenangan manis. Khususnya bagi SMPN 1 Surabaya yang menyabet gelar juara umum. Begitu pula SDN Margorejo I sebagai peserta termuda sekaligus peraih gelar juara favorit.



SENYUM bahagia terus tersungging di wajah 26 peserta Drum Band Gita Rama Shinta Spensa Surabaya. Kemarin (13/2) berlangsung prosesi penyambutan kedatangan tim tersebut di sekolah. Mereka baru saja menuntaskan kompetisi yang mengharumkan almamaternya. Yakni, Kejurnas Drum Band Junior di Lampung.


Tidak tanggung-tanggung, enam piala bergengsi berhasil mereka raih. Salah satu yang paling membanggakan adalah menjadi juara umum pada kejuaraan yang diikuti tujuh provinsi itu. Kepala SMPN 1 Surabaya Titik Sudarti tidak henti mengungkapkan rasa bangga kepada anak didiknya tersebut. ’’Drum band sudah menjadi ikon di SMP kita. Di sini tak hanya belajar alat musik, tetapi juga pengembangan karakter,’’ tuturnya saat prosesi penyambutan di halaman sekolah.


Dua orang yang tidak kalah bangga adalah Ketua Drum Band SMPN 1 Yuni Rahayuningtyas dan pelatih Gita Rama Shinta Bambang Erwanto. Sebagai aktor di balik kesuksesan tim andalan tersebut, keduanya puas dengan pencapaian anak-anaknya. Mereka juga bangga lantaran berhasil mengalahkan tim lain yang notabene setingkat SMA.


Yuni mengakui, persiapan untuk menuju kejuaraan itu memang benar-benar matang sejak pertengahan Desember lalu. Selain kemampuan anak-anak yang terus ditingkatkan, pihak-pihak lain mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Mulai sekolah, pembina, pelatih, hingga orang tua dilibatkan demi tercapainya prestasi yang membanggakan.


Wakil ketua komite SMPN 1 Surabaya itu mengatakan, bukan hanya kemampuan memainkan alat musik yang terus digembleng. Ketahanan tubuh para siswa pun diperhatikan. Juga, suplai gizi dan kesehatannya. ’’Sebelumnya, orang tua kami briefing dulu untuk mengatur pola makan anaknya. Selain itu, setiap latihan kami jaga asupan gizinya,’’ jelasnya.


Pada perlombaan di Lampung tersebut, ada enam kategori yang harus diikuti. Yakni, lomba unjuk gelar, baris-berbaris, berbaris jarak pendek 400 meter dan 600 meter, serta lomba ketahanan 4.000 meter dan 6.000 meter. Khusus lomba berbaris jarak pendek dan ketahanan, SMPN 1 mendatangkan pelatih jalan cepat dari Universitas Negeri Surabaya. ’’Karena di lomba itu tim diminta jalan cepat dengan jarak tertentu sambil memainkan alat musik. Jalan tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat dan permainan musiknya harus konstan,’’ paparnya.


Hal serupa disampaikan pelatih khusus perkusi dan koreografi Gita Rama Shinta Bambang Erwanto. Selama 1,5 bulan dia dan dua pelatih lain, Gagan Gumilar dan Suprayitno, berupaya menghasilkan permainan musik yang rancak dan mampu memikat hati para juri. Khususnya pada lomba unjuk gelar. Bukan hanya permainan musik yang bagus, koreografi dan formasi juga harus atraktif.


Bambang menuturkan, peserta yang diikutkan dalam kejurnas memang spesial. Mereka telah melewati tiga tahap seleksi. Yakni, permainan alat musik, ketahanan tubuh dan fisik, serta kesehatan. Dari 88 anggota Gita Rama Shinta, hanya 26 anak yang bisa mengikuti ajang bergengsi tersebut. Perinciannya, 13 putra dan 13 putri. ’’Kami menyesuaikan aturan dari panitia, itu sudah disesuaikan dengan standar KONI,’’ paparnya.


Selama libur semester lalu para peserta yang terpilih itu tetap masuk untuk berlatih. Setiap pagi mereka menjalani latihan fisik seperti lari dan angkat beban. Kemudian, mereka melanjutkan latihan hingga malam. Ketika masuk sekolah, mereka tetap berlatih sepulang sekolah. Pada H-10 mereka benar-benar full latihan dan terpaksa meninggalkan pelajaran.



Meski demikian, segala jerih payah dan kerja keras itu terbayar. Tim Kontingen Jatim-2 tersebut berhasil memboyong tiga medali emas pada kategori unjuk gelar, baris-berbaris, dan berbaris jarak 600 meter. Mereka membawa pulang gelar juara dua lomba ketahanan 4.000 meter dan juara tiga lomba ketahanan 6.000 meter. ’’Karena mendapat tiga medali emas itu, kami berhasil meraih juara umum,’’ ungkapnya. (ant/c15/nda/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore