
Edhie Baskoro Yudhoyono
JawaPos.com - Pengakuan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar membuat kubu Cikeas meradang. Tudingan terhadap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai dalang kriminalisasi Antasari, memicu kemarahan anak presiden keenam Indonesia itu.
Edhie Baskoro Yudhoyono, putra kedua SBY bereaksi keras terhadap tudingan Antasari. Menurut Ibas, sapaan Edhie, pengakuan Antasari sangat tidak berkelas dan fitnah yang keji.
"Kampungan, Sangat tidak berkelas Fitnah keji Antasari kepada @SBYudhoyono. Busuk! Sangat terbaca segala motif penzoliman ini #AAGateFitnah," tulis Ibas melalui akun twitternya, Selasa (14/2).
"Wahai Rakyatku & Saudara"ku. Janganlah kita larut dlm Demokrasi yg Menyesatkan (Fitnah). Masih bnyk cara yg lebih Ksatria menuju satu tujuan," cuitnya lagi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Antasari akhirnya buka-bukaan terkait kasus pembunuhan yang membuatnya menghuni hotel prodeo selama 18 tahun.
Dia menuding SBY sebagai inisiator usaha dirinya dikriminalisasi. Bahkan, sempat nama CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo turut disebut sebagai corong SBY agar Antasari tak menahan Aulia Pohan. (uya/JPG)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
