Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Februari 2017 | 03.18 WIB

SBY Sebut Fitnahan Antasari untuk Jegal Agus Yudhoyono

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

JawaPos.com - Presiden RI yang keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bereaksi setelah merasa difitnah oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar.


SBY akan melaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhan yang dialamatkan oleh Antasari ke dirinya itu. "Tuduhan Antasari seolah saya sebagai inisiator kasusnya. Jelas tidak benar. Pasti akan saya tempuh langkah hukum thd Antasari," cuit SBY dalam akun Twitter miliknya @SBYudhoyono, Selasa (14/2).


Sebagaimana diketahui, sebelumnya Antasari menyebut SBY sangat mengetahui kasus pembunuhan yang menjerat dirinya. "Semua penegak hukum yg memproses kasus pembunuhan Alm Nasrudin masih ada. Insya Allah, mereka akan bicara fakta & kebenaran," tambahnya.


Dalam kicauannya, SBY mempertanyakan, apakah anaknya, Agus Yudhoyono memang menjadi ancaman di Pilgub DKI. Sehingga langkahnya dijegal dengan berbagai cara.


"Saya bertanya, apakah Agus Yudhoyono memang tak boleh maju jadi Gub Jakarta? Apakah dia kehilangan haknya yg dijamin oleh konstitusi," ungkapnya.


Oleh sebab itu, demi mengungkap kebenaran dirinya akan menghadapi fitnah yang ditujukan kepadanya lewat jalur hukum. "Teman-teman seperjuangan, memang saya tak punya kuasa, tetapi akan saya hadapi. Jangan menyerah & tetap lanjutkan perjuangan," imbaunya.


SBY mengaku, keadilan harus ditegakkan agar penguasa tidak semena-mena menginjak-injak yang lembah. "Kita terus dibeginikan. Apakah yang kuat memang harus terus menginja-injak yg lemah? Marilah kita mohon pertolonan Allah SWT," tuturnya.


Sebelumnya diberikatakan, Antasari menyebut bahwa SBY mengetahui persis kasus yang menjeratnya. Karenanya dia meminta SBY harus terbuka mengenai siapa saja pihak yang diminta merekayasa kasusnya.


Antasari juga bercerita sekitar Maret 2009, dia pernah didatangi oleh CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo atas utusan SBY. Waktu itu Hary meminta Antasari agar tidak menahan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Tantowi Pohan, yang merupakan besan SBY. (cr2/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore