Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Februari 2017 | 02.15 WIB

Misbakhun: Pemerintah Jangan Ragu Kucurkan KUR untuk Buka Lapangan Kerja

Mukhamad Misbakhun - Image

Mukhamad Misbakhun

JawaPos.com - Pemerintah diminta tak terlalu mempersoalkan tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai angka 5 persen. Justru, pemerintah harus mendukung sehingga NPL untuk KUR dibebankan ke APBN sebagai bentuk pemerataan.

Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun menegaskan, terkait KUR, NPL lima persen tak ada masalah. "Bagi saya, beban NPL ini bisa dibebankan ke APBN sebagai cost kita demi melaksanakan pemerataan, sebagai biaya menjembatani kesenjangan,” kata Misbakhun, Selasa (14/2).

Pendapat itu disampaikan Misbakhun saat rapat kerja Komisi XI DPR dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkeu Sri Mulyani, Gubernur BI Agus Martowardojo, Ketua DK OJK Muliaman Hadad.

Dia berpendapat, pada penyaluran KUR tersebut pemerintah menunjukkan keberpihakannya pada perekonomian rakyat. Yakni menguatkan penetrasi KUR untuk mengatasi kesenjangan.

Misbakhun mengatakan, bank-bank nasional pernah menerima dana talangan (baliout) melalui Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Karenanya, untuk KUR pemerintah harusnya tidak ada masalah. “Jadi kalau bicara NPL-nya kita punya sejarah BLBI besar, negara mem-bailout kok,” ujar politikus Partai Golkar itu.

Lebih lanjut Misbakhun mengatakan, KUR justru harus menjadi jembatan bagi pemerintah untuk mengatasi kesenjangan. “Kita mendukung pemerintah agar mendorong dan memperkuat penetrasi ke sektor masyarakat riil yang lebih nyata,” tegasnya.

Di sisi lain, Misbakhun yakin KUR bisa membuka lapangan kerja besar. Dia mencontohkan, dulu pertumbuhan ekonomi 1 persen sama seperti ketersediaan 400 ribu lapangan kerja baru. Sedangkan saat ini, pertumbuhan 1 persen hanya bisa menyerap 200 ribu-300 ribu pekerja.

Karenanya, ketika pertumbuhan tidak bisa mendorong pertumbuhan lapangan kerja, KUR bisa menjadi solusi. Alasannya, tegas dia, saat ini jumlah nasabah KUR mencapai sekitar 12 juta. "Jika satu orang  memiliki empat orang tenaga kerja, berapa breapa juta lapangan kerja bisa diciptakan. Berapa kemiskinan dientaskan dan daya beli yang diciptakan. Tentu multiplier effect-nya sangat luas,” ulasnya.

Misbakhun juga mengapresiasi kinerja Darmin untuk memperkuat KUR. “Sebab bapak selalu bicara soal pemerataan kesejahteraan. Mudah-mudahan KUR bisa berjalan bagus,” tegasnya. (yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore