
Hasil karya Ren Hang yang bermain-main dengan sisi erotis.
JawaPos.com – Foto erotis yang biasanya tanpa pakaian tidak selalu dekat dengan pornografi. Apalagi, kalau melihat hasil karya Ren Hang, fotografer dari Tiongkok. Karyanya yang kontroversial dengan erotisme membawanya pada dunia fotografi Internasional. Dia berhasil menggelar pameran di Amsterdam, Belanda.
Lelaki yang tahun ini genap berusia 30 tahun itu memang berbeda dengan pelaku seni di negaranya. Berawal dari bosan dengan aktivitas kuliahnya, dia lantas memulai mengambil foto beberapa temannya tanpa mengenakan busana. Namun, pose erotis justru menjadi bumerang karena menuai banyak kritikan.
Dia tidak menyerah. Ren yakin, fotografi tanpa busana bisa menarik tanpa dikritik karena terlalu erotis. Dia lantas menciptakan pose-pose unik untuk merealisasikan mimpinya itu. Akhirnya, Ren punya sentuhan khas menarik.
Pose model yang diarahkannya membuat foto jepretannya menjadi tidak biasa. Ia menjadikan organ seksual, bahkan hewan menjadi objek yang indah. Fantasi yang ditimbulkan menjadi sangat beragam. Imajinasinya adalah, segala sesuatu berupa metafora tanpa hambatan.
’’Saya tidak mengerti apa yang dipersepsikan orang lain. Tapi saya yakin tidak pernah melihat seperti itu sebelumnya,’’ ujarnya kepada CNN.
Namun, tidak semua orang beranggapan bahwa hasil karya Ren memiliki nilai seni. Foto-foto Ren telah dirusak bahkan disita saat menggelar pameran di Tiongkok. Parahnya, kritikus menafsirkan bahwa seni yang dibuat Ren berarti berani melawan sensor dalam menghadapi konservatisme di Tiongkok. Ren mengklaim, hasil karyanya tidak memiliki pesan politik.
Saat menghadiri pameran karya Ren Hang, ada seorang kurator yang memberikan tanggapan positif atas hasil karya fotografer kontroversial itu. “Dia membuat karya dalam konteks yang tidak bebas dan terbuka. Meskipun melawan arus, dia tidak seenaknya dalam berkarya. hal ini memberitahu kita tentang bukan hanya menjadi seorang seniman, namun generasi seni yang ia berikan,” papar kurator Mirjam Kooiman.
Meskipun Ren mendapat kritikan di negaranya, dia menemukan penikmat yang apresiatif terhadap karyanya di luar negeri. Kemunculannya menginspirasi Kooiman. Baginya pekerjaan Ren telah mewakili kebebasan. Katanya saat menghadiri Ren Hang-Naked/Nude di Foam Photography Museum Amsterdam. Pameran foto ini telah diselanggarakan sejak 27 januari lalu dan akan berkahir pada 12 Maret. (cr3)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
