
Ilustrasi
JawaPos.com- Polda Jatim kini menangani tiga polisi mokong. Yakni, staf Bagsumda Polres Mojokerto Aiptu Sugeng Irianto, anggota Sabhara Polres Jombang Aiptu Suryadi, dan anggota Sabhara Polsek Kediri Kota Aiptu Dwi Putro Didik. Ketiganya ditangkap saat hendak berpesta sabu-sabu (SS).
Penangkapan tiga anggota kepolisian tersebut berawal dari dibekuknya Sugeng pada Sabtu (11/2) sekitar pukul 00.00. Dia ditangkap saat membawa dua paket SS seberat 0,7 gram. Sugeng kemudian dikeler tim Satnarkoba Polres Kediri menuju rumahnya. ”Polisi masih curiga ada yang disembunyikan di rumahnya,” ujar Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.
Ternyata benar, pada saat bersamaan, datang Suryadi. Dia mengaku hendak pergi ke rumah Sugeng. Setelah diinterogasi, dia langsung ditangkap. ”Mereka ini ternyata janjian hendak pesta sabu,” lanjut Barung.
Penggeledahan dilanjutkan ke rumah kosong di sebelah rumah Sugeng. Nah, ternyata di dalam rumah tersebut sudah ada Dwi Putro Didik, anggota Sabhara Polsek Kediri Kota. Dwi tidak sendirian. Dia ditemani dua perempuan pemandu karaoke (purel). Selain itu, polisi menemukan barang bukti seperangkat alat isap SS. ”Mereka ini sudah siap pesta sabu,” lanjut pria dari Kalimantan Timur tersebut.
Tiga polisi mbeling itu kemudian dibawa ke Mapolres Kediri. Mereka diperiksa dan dites urine. Hasilnya, urine Sugeng, Suryadi, serta Dwi positif mengandung amfetamin dan metamfetamin. ”Berdasar bukti awal, mereka terbukti mengonsumsi narkotika jenis metamfetamin (sabu-sabu, Red),” jelasnya.
Saat ini tim gabungan dari kepolisian masih melakukan pemeriksaan. Tim itu terdiri atas Provos Polres Kediri, Kasi Propam Polres Mojokerto, Kasi Propam Polres Jombang, dan Kasi Propam Polres Kediri Kota. Tim tersebut akan disupervisi langsung oleh tim akreditor dari Bid Propam Polda Jatim. ”Proses hukum terhadap para terduga akan diserahkan kepada masing-masing atasan yang berhak menghukum (ankum, Red),” terang dia.
Barung juga menegaskan bahwa penangkapan itu sekaligus bukti bahwa Polda Jatim tidak main-main dalam pemberantasan narkoba. Siapa pun yang terlibat akan ditindak. Selain itu, pihaknya akan transparan dalam penanganan. ”Oknum yang terjerat ini tidak akan ditutup-tutupi,” bebernya.
Perwira dengan tiga melati di pundak tersebut menegaskan bahwa pelanggaran ketiganya sangat berat. Karena itu, pihaknya akan memproses mereka dengan sungguh-sungguh, baik secara pidana, disiplin, maupun kode etik. Pihaknya akan memproses secara pidana dulu. ”Setelah itu, baru bisa diambil langkah sanksi disiplin dan kode etik,” imbuhnya.
Jika pengadilan memutuskan hukuman lebih dari empat tahun penjara, kemungkinan terburuknya adalah ketiganya dikeluarkan dari keanggotaan. ”Nanti kita tunggu saja, pasti kami hukum,” tegas dia. (aji/c11/ano)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Venezia: Fisik Adrien Rabiot Belum Siap, Rafael Leao Absen
