Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Februari 2017 | 01.44 WIB

Lho, Ada Pelajar SMP Ketahuan Bawa Mobil

TAK ADA SIM: Anggota Satlantas menghentikan bo cah SMP yang membawa mobil Senin (13/3) saat berangkat ke sekolah. - Image

TAK ADA SIM: Anggota Satlantas menghentikan bo cah SMP yang membawa mobil Senin (13/3) saat berangkat ke sekolah.

JawaPos.com – Ikhtiar menyadarkan pengendara motor di bawah umur terus dilakukan. Namun, tidak hanya menyasar kalangan pelajar, penertiban juga dilakukan jajaran kepolisian kepada masyarakat umum. Senin (13/2) tim Satlantas Polresta Sidoarjo kembali mengadakan razia di sepanjang Jalan Raya Jenggolo.


Dalam operasi tersebut, sedikitnya 150 orang mendapat tilang. Penindakan itu merupakan hasil penertiban dua kali dalam sehari. Pertama, pukul 06.30–08.00 atau saat berangkat sekolah. Kedua, penertiban dilaksanakan pukul 13.00–15.00 atau ketika pulang sekolah.


Selama melakukan penertiban, petugas banyak mendapat kejutan. Selain masih mendapati banyak pelajar di bawah umur yang nekat membawa motor, petugas menemukan pelajar di bawah umur yang mengemudikan mobil saat pergi ke sekolah. Temuan itu tentu membuat petugas geleng-geleng kepala.


Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, saat itu salah seorang anggota satlantas, Brigadir Suherman, bertugas di Jalan Jenggolo, tepatnya di depan pertokoan AJBS. Nah, tiba-tiba melintas sebuah mobil Daihatsu Taft putih dengan ban modifikasi.


Dia pun memberhentikan kendaraan tersebut. Kecurigaan itu ternyata benar. Pengemudi mobil bernopol W 1852 BR tersebut adalah pelajar berusia 13 tahun. Bocah itu hendak menuju sekolahnya di salah satu SMPN di Sidoarjo.


’’Langsung diberhentikan. Ternyata masih anak SMP, tetapi berani membawa mobil sendiri. Kaget juga,’’ kata Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Wahyu Pristha Utama.


Kabarnya, bocah itu adalah anak salah seorang politikus di Sidoarjo. Saat itu, kepada polisi, sang anak merengek minta dibebaskan. Karena sayang, polisi terpaksa menilang dan memanggil orang tuanya. Sebab, bocah bersangkutan dipastikan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). ’’Akan kami bina karena kami sayang. Kami nggak akan berhenti memberikan perhatian pada orang tua dan anak-anak,’’ lanjutnya.


Wahyu menjelaskan, pihaknya ke depan lebih gencar melakukan aksi keselamatan berlalu lintas. Apalagi, kegiatan yang diberi nama ’’Aksi Bersatu Keselamatan Nomor Satu’’ tersebut merupakan instruksi langsung dari Kapolda Jatim dan Kapolresta Sidoarjo. Program itu dilangsungkan serentak di sejumlah titik.


Jajaran Polresta Sidoarjo juga menyasar sejumlah SMA. Awal pekan pada pagi itu Kapolresta Sidoarjo Kombespol Muhammad Anwar Nasir menjadi inspektur upacara di SMAN 2 Sidoarjo. Dia turun langsung memberikan sosialisasi, termasuk keselamatan dalam berkendara.


Di sela-sela sambutannya, Anwar menjelaskan bahwa para pelajar sebagai penerus bangsa yang baik perlu menaati aturan. Termasuk aturan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). ’’Kalau nggak punya SIM, nggak boleh bawa kendaraan,’’ katanya di hadapan ratusan pelajar.



Dalam kesempatan itu, Kapolresta juga meminta para pelajar untuk menghayati nilai-nilai Pancasila. Dia pun memberikan hadiah bagi pelajar yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan. ’’Siapa tahu butir-butir Pancasila? Ayo maju, saya kasih hadiah,’’ tuturnya. Sejumlah pelajar pun beranjak maju dan mendapatkan hadiah dari mantan Kapolres Nganjuk itu. (jos/c15/hud/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore