
TAK ADA SIM: Anggota Satlantas menghentikan bo cah SMP yang membawa mobil Senin (13/3) saat berangkat ke sekolah.
JawaPos.com – Ikhtiar menyadarkan pengendara motor di bawah umur terus dilakukan. Namun, tidak hanya menyasar kalangan pelajar, penertiban juga dilakukan jajaran kepolisian kepada masyarakat umum. Senin (13/2) tim Satlantas Polresta Sidoarjo kembali mengadakan razia di sepanjang Jalan Raya Jenggolo.
Dalam operasi tersebut, sedikitnya 150 orang mendapat tilang. Penindakan itu merupakan hasil penertiban dua kali dalam sehari. Pertama, pukul 06.30–08.00 atau saat berangkat sekolah. Kedua, penertiban dilaksanakan pukul 13.00–15.00 atau ketika pulang sekolah.
Selama melakukan penertiban, petugas banyak mendapat kejutan. Selain masih mendapati banyak pelajar di bawah umur yang nekat membawa motor, petugas menemukan pelajar di bawah umur yang mengemudikan mobil saat pergi ke sekolah. Temuan itu tentu membuat petugas geleng-geleng kepala.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, saat itu salah seorang anggota satlantas, Brigadir Suherman, bertugas di Jalan Jenggolo, tepatnya di depan pertokoan AJBS. Nah, tiba-tiba melintas sebuah mobil Daihatsu Taft putih dengan ban modifikasi.
Dia pun memberhentikan kendaraan tersebut. Kecurigaan itu ternyata benar. Pengemudi mobil bernopol W 1852 BR tersebut adalah pelajar berusia 13 tahun. Bocah itu hendak menuju sekolahnya di salah satu SMPN di Sidoarjo.
’’Langsung diberhentikan. Ternyata masih anak SMP, tetapi berani membawa mobil sendiri. Kaget juga,’’ kata Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Wahyu Pristha Utama.
Kabarnya, bocah itu adalah anak salah seorang politikus di Sidoarjo. Saat itu, kepada polisi, sang anak merengek minta dibebaskan. Karena sayang, polisi terpaksa menilang dan memanggil orang tuanya. Sebab, bocah bersangkutan dipastikan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). ’’Akan kami bina karena kami sayang. Kami nggak akan berhenti memberikan perhatian pada orang tua dan anak-anak,’’ lanjutnya.
Wahyu menjelaskan, pihaknya ke depan lebih gencar melakukan aksi keselamatan berlalu lintas. Apalagi, kegiatan yang diberi nama ’’Aksi Bersatu Keselamatan Nomor Satu’’ tersebut merupakan instruksi langsung dari Kapolda Jatim dan Kapolresta Sidoarjo. Program itu dilangsungkan serentak di sejumlah titik.
Jajaran Polresta Sidoarjo juga menyasar sejumlah SMA. Awal pekan pada pagi itu Kapolresta Sidoarjo Kombespol Muhammad Anwar Nasir menjadi inspektur upacara di SMAN 2 Sidoarjo. Dia turun langsung memberikan sosialisasi, termasuk keselamatan dalam berkendara.
Di sela-sela sambutannya, Anwar menjelaskan bahwa para pelajar sebagai penerus bangsa yang baik perlu menaati aturan. Termasuk aturan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). ’’Kalau nggak punya SIM, nggak boleh bawa kendaraan,’’ katanya di hadapan ratusan pelajar.
Dalam kesempatan itu, Kapolresta juga meminta para pelajar untuk menghayati nilai-nilai Pancasila. Dia pun memberikan hadiah bagi pelajar yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan. ’’Siapa tahu butir-butir Pancasila? Ayo maju, saya kasih hadiah,’’ tuturnya. Sejumlah pelajar pun beranjak maju dan mendapatkan hadiah dari mantan Kapolres Nganjuk itu. (jos/c15/hud/sep/JPG)

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
