Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Februari 2017 | 01.26 WIB

Dinas PU Normalisasi Anak Afvoer Golondoro

Sebulan dalam Genangan - Image

Sebulan dalam Genangan

JawaPos.com – Seiring terus turunnya ketinggian air yang membanjiri sejumlah kawasan di Jabon selama beberapa pekan terakhir ini, pengerjaan normalisasi saluran air semakin dikebut. Senin (13/2) dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) mulai mengeruk anak afvoer Golondoro untuk menambah daya tampung saluran tersebut.


Lokasinya berada di saluran air Desa Tambak Kalisogo. Tepat di depan deretan pompa air yang dipasang dinas PUPR. Sebuah ekskavator tampak mengeruk lumpur dan sedimentasi dari dasar saluran.


Anak afvoer Golondoro merupakan saluran penghubung dari Desa Tambak Kalisogo. Saat banjir lalu saluran itu tidak mampu menampung air dari Sungai Golondoro. Akibatnya, Desa Tambak Kalisogo pun terendam banjir.


Kepala Bidang Operasional Dinas PUPR Sidoarjo Agus Hidayat menyatakan, pengerukan dimulai dengan melebarkan saluran Golondoro yang menuju kolam tampung air. Saluran yang lebar awalnya 3 meter ditambah menjadi 4 meter. ’’Pemompaan air semakin cepat sehingga banjir semakin menyusut,’’ ujarnya.


Berdasar data yang dihimpun dinas PUPR, saat ini memang masih terdapat genangan air. Namun, genangan tersebut jauh berkurang. Lokasinya berada di areal persawahan Desa Kupang, berbatasan dengan Desa Kedungrejo. Juga, di jalan penghubung antara Desa Kupang dan Desa Semambung. ’’Ketinggian air sekitar 10 sentimeter,’’ ucapnya.


Agus berharap air semakin cepat surut dengan pelebaran itu. Dia menargetkan hari ini tidak ada lagi genangan air di sejumlah desa. ’’Kami terus aktifkan pompa air agar genangan terus berkurang,’’ paparnya.


Setelah pelebaran saluran tuntas, pihak terkait menormalisasi anak afvoer Golondoro. Pengerukan itu dilangsungkan di Desa Tambak Kalisogo. Panjang saluran air yang dikeruk berkisar tiga kilometer dengan lebar sekitar empat meter.


Dia mengakui, saluran itu selama ini tidak bisa menampung limpahan air dari afvoer Golondoro secara optimal. Sebab, saluran tersebut sudah lama tidak dinormalisasi. Akibatnya, lumpur dan sedimentasi menumpuk. ’’Dulu pernah dikeruk, namun itu sudah lama,’’ jelasnya.


Selain anak afvoer Golondoro di Tambak Kalisogo, dinas PUPR berencana mengeruk dua saluran lain. Yakni, Kedungrejo dan Tlocor. Saluran Kedungrejo merupakan sambungan dari afvoer Golondoro sebelah barat. Dengan mengeruk saluran tersebut, daya tampungnya diharapkan semakin besar. Sementara itu, saluran Tlocor berfungsi menampung aliran air dari laut. ’’Kalau laut pasang, air tetap bisa ditampung,’’ ucapnya.


Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, Selasa (14/2) pengoperasian pompa air dihentikan. Seluruh pompa air akan ditarik. Sebab, banjir yang menggenangi Jabon berkurang drastis. ’’Karena sudah surut, pompa air kami tarik,’’ jelas mantan kepala dinas PU bina marga tersebut.


Dia menambahkan, pihaknya tetap mempertahankan saluran air dari dam Golondoro dan kolam tampung air di plengsengan Sungai Porong. ’’Jika ada genangan lagi, tinggal pasang pompa air,’’ paparnya.



Kawasan Jabon memang dikenal langganan banjir. Air selalu menggenang setiap tahun. Perekonomian warga jelas terdampak. Puluhan ribu hektare sawah terendam akibat bencana itu. Sigit menegaskan, penyelesaian masalah banjir di Jabon memerlukan kerja sama antardaerah. Dalam hal ini Pasuruan dan Sidoarjo. Sebab, luapan air tidak hanya bersumber dari wilayah Sidoarjo. Salah satu solusinya adalah menormalisasi Kalimati yang membentang dari Jabon hingga Pasuruan. (aph/c15/pri/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore