
MENYALA TERANG: Zaini, petugas dishub bagian uji lampu, mengecek kualitas lampu truk dalam rangkaian uji kir Senin (13/2) di kantor dishub, Jalan Raya Candi, Sidoarjo. (Boy Slamet/Jawa Pos)
Pengujian kendaraan bermotor atau uji kir di Kota Delta kini tidak lagi menghabiskan waktu lama. Bila dulu bisa sampai enam jam, sekarang hanya 30 menit. Berkat terobosan itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2016 di bidang angkutan umum.
ARISKI PRASETYO HADI
ANTREAN kendaraan mengular di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo. Berderet-deret dari Jalan Raya Candi hingga perbatasan dengan Tanggulangin. Yang mendominasi adalah kendaraan besar seperti truk dan bus. Mereka menunggu giliran masuk ke kantor untuk menjalani uji kir.
Sebelum masuk ke ruang pengujian, kendaraan menjalani pengecekan pertama. Yakni, kesesuaian antara dokumen dan bentuk kendaraan. Pengecekan dilakukan dua petugas. Mereka tidak membawa kertas, tapi menenteng iPad. Setelah memastikan data sesuai, petugas mengetiknya di iPad tersebut.
Salah satu kendaraan yang menjalani uji kir kemarin adalah truk bernopol W 8475 UN. Pukul 12.00 truk yang dikemudikan Abdul Rojik itu masuk ke ruang pengujian. Ruangan uji kir tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter dengan lebar 8 meter. Di bagian langit-langitnya terpasang papan yang menjelaskan rangkaian pengujian yang harus dijalani pemilik kendaraan. Di antaranya, uji emisi (asap kendaraan), uji lampu, uji rem, serta uji kemudi.
Setelah masuk ke ruangan pengujian, Rojik diminta menginjak pedal gas sekeras-kerasnya. Petugas hendak melihat kualitas asap yang dikeluarkan. Setelah asap keluar, gas buang itu langsung ”ditangkap” smoke tester. Alat itu mendeteksi emisi yang dikeluarkan truk. Dalam hitungan detik, lampu yang menempel di alat itu berpijar warna hijau. Artinya, kualitas emisi memenuhi standar. Lagi-lagi petugas langsung mencatat hasil tes tersebut ke iPad.
Selanjutnya uji lampu. Rojik diminta menyalakan lampu bagian depan truk. Petugas menempelkan alat ke lampu tersebut. Setelah itu, dia diminta menekan pedal gas. Brummm... Lampu pun menyala terang. Dalam tes kedua itu, truk Rojik kembali dinyatakan lolos. Namun, itu belum selesai. Masih ada satu tes lagi. Yakni, uji keandalan pengereman. Dalam pengujian tersebut, petugas akan melihat seberapa pakem rem yang dimiliki truk tersebut.
Lintasan uji rem itu berbeda dengan uji yang lain. Terdapat tiga roda di lantai. Setelah ban depan berada di atas roda, petugas menggerakkan roda tersebut. Setelah kencang, warga asli Sidoarjo itu diminta menginjak pedal rem. Ciiitttt... Bunyi rem beradu dengan ban. Lampu hijau berpijar dari alat pendeteksi rem. Tanda kendaraan Rojik lolos pengujian. Selanjutnya, dia diarahkan petugas menuju loket pengambilan pelat uji.
Dalam hitungan Jawa Pos, semua tahap pengujian itu tidak memakan waktu lebih dari 15 menit. Pengendara pun tidak perlu turun dari kendaraan. Simpel. Uji kir tersebut merupakan inovasi yang dikembangkan Dishub Sidoarjo setahun belakangan ini. Tujuannya, memudahkan pengurusan uji kir. Pengendara cukup meluangkan waktu maksimal 30 menit untuk mendapatkan tanda laik jalan.
Kepala Dishub Sidoarjo Asrofi menjelaskan, konsep inovasi tersebut mulai disusun dua tahun lalu. Saat itu dishub mendengar banyak keluhan dari masyarakat terkait pelaksanaan uji kir. ”Banyak keluhan soal uji kir yang sangat lama,” ucapnya. Asrofi mengungkapkan, sebelum ada perubahan, uji kir di Dishub Sidoarjo memang memakan waktu yang sangat lama. Warga bisa mengantre atau menunggu 5–6 jam. Tak jarang warga terpaksa membolos bekerja demi menjalani uji kir.
Melihat itu, perbaikan pun digagas. Mereka menginventarisasi sejumlah permasalahan yang membuat uji kir berjalan lambat. Persoalan pertama yang ditemukan adalah banyaknya database peserta uji kir yang disimpan di kantor. Data itu tersimpan dalam kartu. ”Kartu yang disimpan di rak sangat banyak. Butuh waktu untuk mencari,” jelasnya.
Akhirnya, dishub memutuskan memindahkan ribuan data itu ke dalam server. Saat ini warga yang ingin uji kir cukup menyebutkan nomor anggotanya. ”Tinggal di search di komputer, langsung bisa ditampilkan,” tuturnya.
Penerapan kartu pengujian menjadi kendala berikutnya yang terdeteksi. Kartu tersebut harus dibawa petugas dalam setiap tahap pengujian. ”Pas terakhir nunggu tanda tangan. Jadinya lama,” ucapnya. Saat ini dishub memanfaatkan iPad. Ketika selesai uji emisi, petugas cukup meng-input hasilnya di sana. Informasi itu langsung terhubung dengan server. ”Sehingga pas akhir ujian, warga tidak perlu menunggu terlalu lama,” ucapnya.
Perbaikan selanjutnya adalah sumber daya manusia (SDM). Asrofi menyatakan, bagian itu paling sulit. Sebab, pihaknya harus mengubah cara pandang petugas. Ketika masih menggunakan cara manual, menurut Asrofi, berbagai cara digunakan pemilik kendaraan agar bisa menjalani tes dengan cepat. Salah satunya dengan ”bertemu” petugas. Alhasil, dulu banyak ”titipan” saat uji kir. ”Semuanya berlomba untuk bisa cepat,” tuturnya.
Awal tahun ini inovasi tersebut mulai dijalankan. Hasilnya langsung terlihat. Misalnya, dulu satu mobil bisa mengantre 5–6 jam, kini hanya 30 menit. Petugas juga tidak bisa lagi berbuat curang. Sebab, semua sudah didesain sistem.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
