Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Februari 2017 | 00.18 WIB

Praktik Politik Uang Masif di DKI dan Banten, Ini Modusnya

Surat suara Pilkada DKI saat dalam proses pelipatan - Image

Surat suara Pilkada DKI saat dalam proses pelipatan

JawaPos.com - Jelang H-1 pemungutan suara pilkada serentak 2017, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan adanya praktik politik uang yang masif.


Komisioner Bawaslu Daniel Zuchron mengatakan, setidaknya ada tujuh daerah yang terindikasi adanya politik uang. Di antaranya, Aceh, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, Papua dan Gorontalo. "Jadi terindikasi di daerah itu (tujuh daerah)," ujar Daniel di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta, Selasa (14/2).


Dia menambahkan, ada modus-modus yang dipakai oknum untuk mengajak pemilih mencoblos pasangan tertentu. Salah satunya adalah memberikan voucher pulsa handphone. "Modus misalnya, handphone yang prabayar dan pasca bayar," katanya.


Selain itu, modus lainnya adalah memberikan uang tunai kepada pemilih sebelum menuju ke tempat pemungutan suara (TPS).


Karenanya, Daniel mengaku mengeluhkan aktifitas politik uang yang masih marak dalam setiap pagelaran pilkada. "Isu politik uang makin marak dengan berbagai bentuk," pungkasnya. (cr2/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore