
Surat suara Pilkada DKI saat dalam proses pelipatan
JawaPos.com - Jelang H-1 pemungutan suara pilkada serentak 2017, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan adanya praktik politik uang yang masif.
Komisioner Bawaslu Daniel Zuchron mengatakan, setidaknya ada tujuh daerah yang terindikasi adanya politik uang. Di antaranya, Aceh, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, Papua dan Gorontalo. "Jadi terindikasi di daerah itu (tujuh daerah)," ujar Daniel di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta, Selasa (14/2).
Dia menambahkan, ada modus-modus yang dipakai oknum untuk mengajak pemilih mencoblos pasangan tertentu. Salah satunya adalah memberikan voucher pulsa handphone. "Modus misalnya, handphone yang prabayar dan pasca bayar," katanya.
Selain itu, modus lainnya adalah memberikan uang tunai kepada pemilih sebelum menuju ke tempat pemungutan suara (TPS).
Karenanya, Daniel mengaku mengeluhkan aktifitas politik uang yang masih marak dalam setiap pagelaran pilkada. "Isu politik uang makin marak dengan berbagai bentuk," pungkasnya. (cr2/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
