
Ilustrasi
JawaPos.com – Negara melalui penegak hukum harus tegas memutus tindak kekerasan yang dilakukan kelompok-kelompok intoleransi. Hal itu dikatakan Rohaniwan Katolik Romo Benny Susetyo dalam diskusi kebangsaan bertema 'Darurat Intoleransi, Jaga Kebhinnekaan, Tegakkan Kebersamaan Dalam Keberagaman' di Jakarta, Senin (13/2).
Menurut Romo Benny, negara melalui penegak hukum harus hadir supaya kelompok-kelompok yang menggunakan kekerasan itu menjadi jera. Jika tidak, kata dia, tindakan intoleransi yang dilakukan kelompok mayoritas terhadap minoritas akan terus terjadi.
“Negara lewat penegak hukum harus hadir supaya kelompok-kelompok yang menggunakan kekerasan menjadi jera,” kata Romo Benny.
Romo Benny mencatat, selama ini negara seringkali abai terhadap berbagai tindak kekerasan atas nama agama yang terjadi di tengah masyarakat.
Dia menegaskan, tindak kekerasan tersebut bisa dilakukan oleh agama apa saja. "Dimana mayoritas akan menekan minoritas,” ujar Sekretaris Dewan Nasional Badan Setara Institute ini.
Dia menyebut, berbagai tindak kekerasan bisa dilakukan kelompok mana saja. Bentuknya mulai dari ancaman sampai penyegelan rumah ibadah. Menurutnya, penyegelan rumah ibadah hanya bisa dilakukan oleh pengadilan, bukan tekanan massa.
"Aparat penegak hukum dan negara harus menegakkan konstitusi sehingga keberagaman tetap dijamin,” tegasnya. Pastor Katolik dari Malang ini menyatakan Indonesia adalah bangsa beragama dan hidup dalam kemajemukan sejak ratusan tahun yang lalu. Hal ini merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang wajib dipertahankan dan menjadi aset yang sangat berharga.
Dalam diskusi tersebut hadir juga dua pembicara lain yakni Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanul Haq dan Guru Besar Hukum Pidana Universitas Al Azhar Suparji Ahmad. Mereka menyatakan saat ini belum terjadi darurat intoleransi di Indonesia.
Namun para pembicara meminta penegak hukum memberikan tindakan tegas pada semua kelompok intoleran yang mengatasnamakan agama apapun. (yuz/JPG)

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
