Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Februari 2017 | 18.24 WIB

Dilanda Banjir, Transportasi di Bengkayang dan Landak Lumpuh Total

Banjir Semidang, Desa Suka Maju mengakibatkan arus transportasi Singkawang-Bengkayang lumpuh total dan kendaraan roda dua terpaksa dipikul warga, Senin (13/2). - Image

Banjir Semidang, Desa Suka Maju mengakibatkan arus transportasi Singkawang-Bengkayang lumpuh total dan kendaraan roda dua terpaksa dipikul warga, Senin (13/2).

JawaPos.com - Banjir di Dusun Semidang, Desa Suka Maju, Sungai Betung, Bengkayang, melumpuhkan arus lalu-lintas Bengkayang-Singkawang, Senin (13/2). Banjir terjadi akbiat hujan yang turun mengguyur wilayah Bengkayang. 


Air meluap tiba-tiba ke jalan raya hingga setinggi dada orang dewasa. Puluhan kendaraan roda dua dan empat harus mengantre menunggu air surut. Kemacetan terjadi sejak pukul 13.00 hingga 17.30. 


“Saya sudah menunggu air surut selama tiga jam. Tadinya pulang dari Kota Pontianak menuju Bengkayang melewati Singkawang, namun harus sabar menunggu air surut,” kata Lorry, 34, warga Bengkayang.


Tak ada satupun kendaraan bisa melintas. Sedangkan pengendara sepeda motor bisa melintas, menggunakan jasa warga Semidang yang memikul kendarannya dengan bambo. “Itu pun harus antre, karena arus air sangat deras dan menghambat warga yang memberikan pertolongan,” ujar Lorry.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkayang, Yosep M Sinletika mengaku sudah mengirim Tim Reaksi Cepat (TRC) di bawah Komando Sekretaris BPBD Harno.


“Kami baru mendapat informasi ada banjir di Semidang sore harinya. Kami segera mengirim tim bantuan untuk menolong warga yang sedang kesulitan dan telah menyiapkan perahu karet, jika sewaktu-waktu diperlukan untuk membantu warga yang akan melintas,” kata Yosep.


Karena curah hujan masih tinggi, Yosep mengimbau warga selalu waspada. Banjir bisa terjadi kapan saja. Karena tidak diketahui terjadi hujan di daerah hulu sungai. “Kita imbau agar tetap waspada dimusim penghujan,” ucap Yosep. 


Secara umum, BPBD Bengkayang selalu siaga. Di wilayah kerjanya rawan bencana banjir, angin puting beliung, kabakaran dan tanah longgsor.


Danramil 1201-01 Bengkayang, Kapten Aswani Kunto ketika dihubungi Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), dia sedang berada di Kota Pontianak. “Saya baru saja mendapat informasi,” katanya Kunto.


Kapolsek Sungai Betung, Iptu Teguh Wiyono mengatakan, banjir Semidang terjadi diempat titik, depan SDN 6 Semidang, Semidang Bawah, Semidang Atas dan Tikungan Semidang Sebelum Gereja PIBI. Penanganan banjir melibatkan delapan personel. “Tugasnya memberikan bantuan kepada warga yang melintas, terutama membantu menyeberangkan kendaraan roda dua,” kata Teguh. 


Hingga pukul 20.00 air sudah mulai surut. Kendaraan roda empat sudah bisa melintas. “Sebelumnya banjir sangat tinggi hingga mencapai dada orang dewasa,” ungkap Teguh. 


Sementara di Kabupaten Landak, banjir menggenangi puluhan rumah warga Gang Pasansa, Desa Hilir Tengah, Ngabang, Senin (13/2) malam. Air datang tiba-tiba akibat hujan deras sejak pukul 16.00 hingga 19.30. Warga terkejut melihat air masuk ke dalam rumahnya.


“Karena malam hari, warga hanya keluar rumah tidak bisa mengamankan barang, sehingga terendam air,” ujar Yusuf, korban banjir kepada Rakyat Kalbar.


Hujan deras, warga dibantaran sungai tak bisa berbuat apa-apa. “Kami hanya bisa pasrah dan mengunci pintu. Sementara perabot rumah tangga habis tergenang air,” kata Yusuf.


Dia berharap, hujan cepat reda dan air cepat surut. Sehingga bisa memindahkan atau mengemas barang tempat tidur bisa dipindahkan ke lantai atas.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore