Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Februari 2017 | 17.10 WIB

BRI Nyaris Dirampok, Pelakunya Bawa Bom Minta Rp 50 Juta

Anggota Gegana Polda Kaltim mengangkat bom di tengah Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, kemarin (13/2). - Image

Anggota Gegana Polda Kaltim mengangkat bom di tengah Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, kemarin (13/2).

JawaPos.com - Ulah Agus Fitriana (31) sudah kelewat batas. Betapa tidak, dia hendak meledakkan bom di BRI Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, sekitar pukul 11.00 Wita.


Ketika itu, dengan gaya meyakinkan, agus membawa sebuah tas yang diselempangkan di pundak, lalu memasuki bank tersebut. Tak banyak bicara, Agus hanya memandang sekeliling dalam bank. Saat itu sejumlah karyawan bank sudah mulai sibuk melayani beberapa nasabah yang mulai berdatangan. Bayu Andi (29), satpam bank semula tidak menaruh curiga.


"Saya lalu bertanya, ada yang bisa dibantu pak?," timpal Bayu saat itu. Agus tak menjawab, namun dia mengeluarkan secarik kertas kecil dari tasnya. "Saya minta uang Rp 50 juta atau bom ini meledak" isi tulisan di kertas lusuh.


Melihat tulisan tersebut, Bayu tersentak. Tanpa pikir panjang Bayu langsung memiting dan mendorong keluar Agus. Agus tak menyerah begitu saja. Dia coba melawan. Terjadilah pergumulan antara Agus dengan Bayu.


Saat itulah datang Budimansyah (56) yang membantu Bayu. “Ketika saya melihat satpam bergumul, saya langsung coba membantu. Tiba-tiba bom jatuh. Terus ada yang menendang bom berbentuk dinamit ke tengah jalan,” ujar Budimansyah ditemui Sapos di lokasi kejadian.


Seakan tak memedulikan dinamit yang sewaktu-waktu bisa meledak, perhatian warga justru tertuju kepada Agus. Tanpa ampun warga yang mengetahui Agus adalah perampok, menghakiminya.


“Saya menerima telepon dari pak Budimansyah yang merupakan ketua RT di sekitar tempat kejadian perkara. Saya diberitahu perihal perampokan itu, saya dan rekan-rekan lain langsung mendatangi TKP,” ujar Aipda Andrianus, personel Babinkamtibmas Kelurahan Bukit Pinang, yang memang wilayah kerjanya mencakup tempat Agus merampok bank.


Begitu tiba, anggota Polsekta Samarinda Ulu yang mendapat kabar Agus membawa dinamit siap meledak langsung mensterilkan lokasi kejadian. Sembari berjibaku dengan warga, polisi mengamankan Agus. Polisi berusaha mengamankan Agus dari amukan warga yang terus berusaha menghajarnya.


Dari teras BRI tempat Agus diamankan, sekitar 7 meter menuju mobil patroli, warga terus berusaha melayangkan tendangan dan pukulan. Polisi sempat kewalahan menenangkan warga. Dengan bersusah payah, Agus pun akhirnya berhasil dimasukkan mobil.


“Kami langsung mensterilkan lokasi kejadian. Kami memasang pengaman dari tali rapia, untuk menghalau warga mendekat sementara menunggu pita garis polisi dan rekan Tim Gegana Brimob (Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim, Red),” jelas Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan.


Selain memasang tali rafia dengan radius sekitar 100 meter, polisi juga meletakkan kursi plastik berwarna hijau persis di dekat dinamit. Polisi terpaksa menutup Jalan Pangeran Suryanata. Baik kendaraan yang hendak masuk atau keluar Samarinda tak satupun boleh melintas. Polisi mengantisipasi kemungkinan terjadinya ledakan dinamit yang tergeletak persis di tengah jalan.


Hampir dua jam Jalan Pangeran Suryanata lumpuh total. Antrean kendaraan menuju arah keluar kota terjadi mulai simpang Air Putih, sementara kendaraan dari arah Tenggarong juga mengular hingga patung Mal Lembuswana.


Setelah Tim Gegana Brimob tiba, menggunakan pakaian dan peralatan khusus, seorang petugas melakukan evakuasi dinamit di tengah jalan dan rangkaian baterai yang diduga pemicu bom di tanggga di teras BRI.


Setelah itu barulah bom diamankan ke tempat khusus untuk di bawa ke markas Brimob di Samarinda Seberang. Akhirnya arus lalu lintas pun berangsur normal. “Pelaku sudah kami amankan dan saat ini menjalani pemeriksaan di kantor,” tegas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi ditemani sejumlah perwira di lingkungan Polresta Samarinda dan Brimob Polda Kaltim yang mengawasi langsung proses evakuasi dinamit yang membuat geger warga. (rin/beb/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore