
Ilustrasi
JawaPos.com - Di masa tenang ini alat peraga dan bahan kampanye masih banyak ditemukan di sejumlah tempat-tempat umum di DKI Jakarta. Padahal, saat ini proses Pilgub DKI memasuki masa tenang. Semua alat peraga kampanye seperti spanduk, baliho, dan umbul-umbul, seharusnya sudah ditertibkan
Menanggapi hal itu, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) melaporkan tentang masih maraknya alat peraga kampanye ke Bawaslu DKI Jakarta. Dari hasil pemantauan, pihaknya masih menemukan alat peraga kampanye tersebar di tempat-tempat umum.
"Sesuai Undang-Undang nomor 10 tahun 2016, Pasal 66 berbunyi alat peraga kampanye sudah harus dibersihkan paling lambat tiga hari sebelum hari pemungutan suara," ujar Masykurudin, saat melaporkan hal tersebut ke Bawaslu DKI, Senin(13/2).
Menurut dia, KPU harus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Pengawas untuk membersihkan Alat Peraga Kampanye. "Paling lambat 3 (tiga) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara," imbuh Masykurudin. Dia mengatakan, alat peraga kampanye yang masih tersebar dari seluruh pasangan calon.
"Kami juga sampaikan ke paslon, timses dan pendukungnya, kalau alat peraga kampanye dipasang oleh mereka silahkan dicopot sendiri. Kalau memang tidak juga dicopot sendiri, silahkan dicopot oleh paslon lain," jelasnya.
Masykurudin menambahkan, pihaknya juga melaporkan dugaan politik uang. Yakni terkait dokumen digital dugaan politik uang di masa tenang. "Apakah itu benar atau bohong, kami harus sampaikan ke Bawaslu. Hal itu semata-mata untuk mencari kebenaran terkait dokumen digital yang saat ini sudah marak beredar di medsos dan pesan berantai," beber Masykurudin.
Adapun dokumen itu tersebut berasal dari tiga pasangan calon di Jakarta. Dokumen dari pasangan calon nomor urut satu terkait kartu dengan materi prioritas mendapatkan dana bergulir tanpa bunga sebesar 50 juta rupiah. Sedangkan dokumen dari pasangan calon nomor dua terkait dengan kupon pasar murah dengan 20.000 per paket. Sedangkan pasangan calon nomor tiga terkait brosur formulir pendaftaran relawan dengan imbalan kupon minyak gratis.
"Ketiga dokumen digital tersebut telah menyebar melalui media sosial dengan sangat cepat. Menjadi perbincangan masyarakat pemilih Jakarta tentang kebenaran dokumen dan materinya. Baik benar atau tidak dokumen tersebut telah menimbulkan pertanyaan publik yang perlu ditelusuri kebenarannya," ujar Masykurudin.
Jika benar, sambung Masykurudin, perlu penelusuran tindakan penegakan hukum lanjutan. "Sedangkan jika bohong perlu ditelusuri pembuatnya karena telah menyebarkan informasi palsu," tegas dia.
Sementara itu, Pimpinan Bawaslu DKI Jakarta Achmad Fachrudin, mengapresiasi laporan yang disampaikan JPPR. Pihaknya akan menindaklanjuti dan proses sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, penurunan alat peraga kampanye sudah dilakukan. Yang dilaporkan yang masih tersisa saat masa tenang, juga sudah banyak laporan ke Bawaslu.
"Adapun laporan dokumen digital, itu laporan tersebut juga merupakan bagian yang juga telah dilaporkan ke Bawaslu. Apa yang dilaporkan JPPR merupakan bentuk sinergitas antara pengawas dan pemantau pemilu," pungkas Fachrudin. (dai/yuz/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
