
Melalui Teknik Furoshiki, Membungkus Kado Jadi Lebih Menghemar Kertas dan Pita
JawaPos.com – Banyak keseruan yang bisa didapat dari Japanese Workshop and Movie Screening di C2O Library and Collabtive di Jalan Dr Cipto Surabaya. Terutama, bagi penggemar film Jepang. Sebab, dari acara yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya itu memutarkan film melalui proyektor vintage 16mm.
Beberapa film yang disiapkan adalah genre komedi melalui Sumo Spirit. Lantas, ada juga film Tokyo Story, The Place Promised in Our Early Days, Kotonoha No Niwa (The Garden of Words), dan Ugetsu Monogatari. Film tersebut bisa ditonton dalam sesi waktu dan hari yang berbeda.
Setiap film memiliki durasi pemutaran sekitar 2 jam. Penggemar film Jepang bisa melihat tayanga dengan genre komedi, drama keluarga, animasi, hingga drama fantasi abad ke-16 mulai 13 sampai 17 Februari. “Untuk mendapatkan suatu pencapaian yang besar, dibutukan latihan serta proses,’’ kata Hanna yang datang pada screening film Sumo Spirit, Senin (13/2).
Asyiknya, selain nonton bareng film Jepang juga ada workshop. Untuk edisi Senin (13/2), workshop yang digelar terkait dengan membungkus kado. Terkesan sepele, tetapi banyak yang tidak bisa membungkus kado dengan cantik. Yang menjadi sensei adalah Mayumi Nomura.
Mayumi merupakan koordinator wrapping untuk membungkus hadiah ala Jepang secara tradisional maupun modern. Selain itu, dia juga menunjukkan tata cara upacara minum teh yang biasa disebut Cha no Yu. Dia menjadi nara sumber yang tepat karena punya punya pengalaman 10 tahun dalam upacara minum teh.
Yang menarik saat dia mempresentasikan seni membungkus kado ala Jepang yang bernama furoshiki. Dalam prakteknya, untuk membungkus barang dibutuhkan kain persegi empat. Kain itu berjenis sutra yang halus dan lembut dengan motifkan gambar menarik.
Melalui teknik itu, Mayumi Nomura menunjukkan bagaimana menggabungkan dua benda dalam satu kain. Dari demonstrasi itu, ternyata teknik furoshiki bisa menghasilkan bungkusan kado yang unik tanpa menggunakan banyak kertas kado maupun pita.
Selain Mayumi Nomura, ada juga Minoru Goto. Dia adalah kaligrafer peraih The Steve Award pada 2011. Dia telah menampilkan kaligrafi Jepang di 100 kota di Jepang dan 17 negara di Asia dan Eropa. Kedua ahli tersebut memberikan edukasi serta praktek langsung tentang masing-masing ilmu yang dikuasai secara cuma-cuma.
’’Pengunjung yang hadir bebas dikenakan biaya. Acara ini diadakan untuk memberikan pengetahuan kepada mereka yang suka budaya Jepang atau yang ingin belajar budaya Jepang,’’ ungkap panitia penyelenggara Kaori Morohira. (cr3/dim)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
