Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Februari 2017 | 12.30 WIB

Tim Salvage Bandara Soekarno-Hatta, Pasukan Khusus untuk Evakuasi Pesawat Tergelincir

BERPENGALAMAN: Manajer ARFF Bandara Soetta Agus Maulana (kiri) bersama sebagian personel tim Salvage di depan pesawat latih evakuasi Kamis (9/2). - Image

BERPENGALAMAN: Manajer ARFF Bandara Soetta Agus Maulana (kiri) bersama sebagian personel tim Salvage di depan pesawat latih evakuasi Kamis (9/2).

Overshoot merupakan insiden yang kerap terjadi dalam dunia penerbangan. Tim Salvage Bandara Soekarno-Hatta adalah satu-satunya pasukan khusus untuk mengevakuasi pesawat yang tergelincir. Seperti apa profil dan kehebatan mereka?



BAYU PUTRA, Tangerang



INSIDEN di Bandara Djalaluddin, Gorontalo, pada 6 Agustus 2013 tidak akan pernah dilupakan oleh Sadino. Tergelincirnya pesawat Lion Air JT 892 gara-gara menabrak sapi di landasan pacu tersebut membuat dia harus terbang ke Sulawesi Utara hari itu juga. Padahal, saat itu dua hari menjelang Idul Fitri. Rencana merayakan Lebaran bersama keluarga pun pupus.


”Kami sempat lupa kalau mau Lebaran. Baru waktu dengar takbir malamnya, kami ingat, oh besok Lebaran,” kenang Sadino saat ditemui di kantor Airport Rescue and Firefighting (ARFF) Bandara Soekarno-Hatta Kamis lalu (9/2).


Kejadian itu merupakan salah satu di antara sekian insiden pesawat tergelincir yang ditangani tim Salvage. Sejak dibentuk pada 1995, tim tersebut sudah menangani lebih dari 20 insiden pesawat tergelincir. Tugas tim itu adalah mengevakuasi pesawat dari lokasi pendaratan yang melebihi runway ke tempat yang telah ditentukan.


Bukan hal mudah memindahkan burung besi berbobot 30–40 ton dari lokasi tergelincir. Namun, dengan pengalaman plus peralatan yang dimiliki, tim Salvage mampu mengevakuasi dalam waktu rata-rata kurang dari enam jam. Kemampuan itulah yang membuat tim tersebut dipercaya untuk menangani berbagai insiden.


Manajer ARFF Bandara Soetta Agus Maulana menuturkan, tim Salvage beranggota 48 personel. Umumnya, dalam satu insiden, ada 10–12 orang yang diterjunkan. ”Mereka ini kami rekrut dari tim rescue Bandara Soekarno-Hatta yang sudah senior,” tuturnya.


Standarnya bukan senior dalam hal usia, melainkan pengalaman, jam terbang, dan militansi. Mereka juga merupakan anggota yang paling disiplin di tim rescue bandara.


Tim Salvage merupakan bagian dari Divisi Security, Rescue & Firefighting (SRFF) Bandara Soekarno-Hatta. Sehari-hari, bila tidak sedang diterjunkan dalam tugas, anggota tim Salvage kembali ke satuan masing-masing di SRFF.


Untuk masuk tim Salvage, mereka harus menjalani latihan khusus terlebih dahulu. Mereka setidaknya harus menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) selama satu bulan.


Ada beberapa pesawat tergelincir yang dievakuasi tim Salvage. Antara lain pesawat Adam Air di Bandara Hang Nadim Batam pada 2004, kemudian Lion Air di bandara yang sama pada 2009.


Ada pula pesawat Sriwijaya Air di Bandara Soetta dan Batik Air di Bandara Adisutjipto pada 2015. Yang terbaru, pesawat Garuda Indonesia di Bandara Adisutjipto 1 Februari lalu. Pesawat terbesar yang pernah ditangani tim Salvage adalah Boeing 737-900.


Apa saja yang dilakukan tim tersebut? Sunyoto, kepala Dinas Building Fire Protection ARFF yang juga anggota senior di tim Salvage, menjelaskan bahwa timnya bekerja dengan sangat hati-hati. Sebelum memulai penanganan, selalu ada rapat dengan seluruh pihak terkait untuk memutuskan metode yang akan digunakan.


Tim Salvage tiba di lokasi, lalu melakukan assessment di TKP berdasar kondisi pesawat. Tim memperkirakan tingkat kerusakan, kemudian menganalisis beberapa alternatif metode evakuasi. Juga menganalisis jalur evakuasi terbaik ke titik yang telah ditentukan.


”Setelah itu, saya rapat dengan KNKT, maskapai, bandara, dan lain-lain, sementara anggota saya menyiapkan peralatan,” tuturnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore