
Saluran Tertutup Beton
Proyek box culvert menguntungkan pemkot karena pembebasan lahan tak diperlukan. Kelemahannya, pembangunan terdiri atas segmen-segmen atau rangkaian yang digabungkan. Hal itu bisa menimbulkan ketinggian jalan yang tidak seragam. Apalagi jika lapisan tanah dasar dalam sungai tidak diratakan. ’’Bagi pengguna jalan, ini tidak nyaman. Jalannya jadi bergelombang” ujar Herman.
Prof Herman Wahyudi, pakar mekanika tanah dan pondasi Teknik Sipil ITS
Penggelontoran Butuh Banyak Air
Limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik akan masuk ke saluran dan berakhir di sungai. Limbah itu bakal terurai dan menimbulkan sedimen. Tumpukan sedimen di saluran air yang terbuka memang bukan perkara besar. Namun, dalam box culvert, akan menjadi masalah besar. ’’Kalau sudah menumpuk dan mampet, mau gimana?” ujar Nieke. Satu-satunya solusi adalah penggelontoran air. Masalahnya, dibutuhkan volume air yang sangat besar.
Prof Nieke Karnaningrum, pakar manajemen kualitas lingkungan
Perlu Filter Khusus
Box culvert bisa menjadi sumber banjir baru jika tidak dirawat dengan benar. Sebab, penumpukan sedimen dan sampah akan mengurangi kapasitas tampung box culvert. ’’Harus ada semacam filter agar sampah tak lolos ke box culvert,” kata dosen yang fokus meneliti sistem drainase tersebut. Apalagi, posisi Surabaya yang tergolong dataran landai memicu rendahnya debit air dalam sistem drainase. Hal itu membuat tumpukan sedimen sulit mengalir secara alamiah, apalagi jika bercampur dengan sampah. Selain itu, pertukaran udara di dalam box culvert tak bisa berlangsung dengan baik. Sistem konstruksi yang tertutup akan menurunkan ketersediaan oksigen dalam air.
Umboro Lasminto, pakar teknik hidrologi
Bisa Ganggu Saluran Pernapasan
Di dalam box culvert, akan terjadi proses anaerobik. Yakni, penguraian dalam kondisi tanpa oksigen. Reaksi tersebut dapat menghasilkan beberapa gas seperti metana, amonia, dan H2S. H2S paling banyak dihasilkan dari penguraian limbah yang mengandung senyawa sulfat. Biasanya, kandungan itu berasal dari air buangan kamar mandi yang mengalir ke sungai. H2S biasa disebut gas selokan. Meskipun toksisitasnya rendah, gas tersebut dapat mengakibatkan pusing. ’’Batas toleransinya cukup besar di tubuh manusia,” ucap Ganden. Sementara itu, amonia berbahaya bagi saluran pernapasan. Gas tersebut dihasilkan dari penguraian limbah yang mengandung protein seperti pada sisa-sisa makanan.
Ganden Supriyanto, dosen analisis kimia lingkungan Unair (kik/c18/oni/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
