
Ilustrasi
JawaPos.com - Kawasan jalan raya yang menghubungkan Purwakarta dan Bandung kembali memakan korban. Sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan 6 kendaraan terjadi di Jalan umum Citapen Purwakarta-Bandung Kp Cilampahan, Desa Sulanjaya, Senin (13/2).
Akibat kecelakaan tersebut, diketahui sopir dari beberapa mobil tersebut mengalami luka parah dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Hingga saat ini masih belum diketahui terjadinya korban jiwa.
Warga sekitar yang turut menyaksikan, Gani Mahnida menuturkan, kecelakaan tersebut diduga kuat akibat salah satu mobil truk mengalami rem blong. Tak lama setelah itu, truk menabrak mobil yang dibelakang yang terjebak macet.
"Katanya mah pas tanjakan mobil truk besar mogok. Remnya blong terus nabrak yang dibelakangnya," tuturnya.
Beberapa mobil yang terjadi kecelakaan, mobik tronton B 9045 KYV, fuso B 9044 KYV, losbak B 9901 UYY, bus primajasa B 7011 YV serta tronton nopol B 9075 UYT. Diduga penyebab laka adalah mobil fuso B 9705 UYT di tanjakan tidak kuat naik sehingga mundur dan menghantam dibelakangnya.(nif/rmol/mam/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
