
BERUSAHA KONSISTEN: Marina Jaber akhirnya memperoleh dukungan. Tidak hanya dari sesama perempuan, tapi juga laki-laki.
JawaPos.com - Dulu, perempuan yang bersepeda di jalanan Iraq bukan pemandangan aneh. Namun, begitu perang berkecamuk sejak 2003, disusul datangnya militan islam alias ISIL di Iraq, hal yang sebenarnya biasa saja menjadi sesuatu yang negatif. Marina Jaber berusaha menghapus pandangan negatif itu. Dengan sepeda merahnya, dia berkeliling Baghdad setiap hari. Keberaniannya menginspirasi puluhan perempuan lain.
Jaber merasa ada yang salah ketika dirinya berkunjung ke London tahun lalu. Dia merasakan kebahagiaan dan kelegaan karena bisa bersepeda dengan bebas. Sebab, di negaranya, hal tersebut tabu dilakukan. Padahal, sekitar dua dekade lalu, perempuan yang bersepeda bukan hal yang luar biasa. ”Dulu, ibu dan nenek saya juga naik sepeda,” kata perempuan 25 tahun itu.
Dia pun merasa harus berbuat sesuatu. April tahun lalu, dia merancang seni instalasi berupa pameran foto dirinya saat bersepeda di jalanan Iraq. Demi alasan keamanan, dia memilih mengayuh pedal di kawasan yang dianggap moderat. Namun, banyak orang yang memandangnya dengan aneh. Jaber lantas pindah ke kawasan yang dihuni orang-orang konservatif.
Di sana, dia menerima respons yang tidak mengenakkan. Mulai dihujani umpatan hingga didorong agar terjatuh. Meski demikian, Jaber terus bertahan. Perempuan berambut panjang tersebut berusaha mengabaikan semuanya dan terus mengayuh sepedanya. Dia mendapat pencerahan ketika melintasi pasar. Seorang lelaki menatapnya terus-menerus sebelum berpaling dan melanjutkan aktivitasnya.
”Saat itulah, saya berpikir. Kalau ingin berhasil, saya harus melakukannya secara konsisten. Terus-menerus hingga orang lain menganggapnya normal,” terang Jaber. Karena dia terus mengunggah foto aktivitasnya di media sosial, banyak yang memberikan respons positif. Belakangan, sejumlah perempuan ikut mengunggah fotonya saat bersepeda. Kini, mereka punya komunitas yang rutin bersepeda di jalanan Baghdad. Aktivitas tersebut dikawal polisi demi alasan keamanan.
”Ini juga melegakan laki-laki. Semua orang senang. Bahkan, kota ini terlihat semakin indah. Inilah hidup normal yang kami inginkan,” kata Mustafa Ahmed, salah seorang petugas yang ikut mengamankan acara bersepeda bersama.
Sebenarnya, tidak ada larangan perempuan bersepeda di Iraq. Hanya, ketika beranjak dewasa dan tubuhnya mulai menampakkan lekuk, perempuan akan dilarang mengayuh pedal oleh keluarganya. Sebab, bentuk tubuh perempuan saat berada di atas sadel dianggap bisa memicu nafsu laki-laki dan mengakibatkan hal-hal yang kurang baik. (AFP/hep/c18/any/tia)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Malaga vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Super Depor Bisa Curi Poin
Prediksi Skor Getafe vs Racing Santander di Liga Spanyol 2026/2027: Azulones Rawan Kecolongan!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
Prediksi Skor Rennes vs Paris Saint-Germain di Liga Prancis 2026/2027: Les Parisiens Bisa Kesulitan!
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
