
Basuki Tjahaja Purnama
JawaPos.com - Kata "Dibohongi" yang digunakan terdakwa perkara penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama dalam pidatonya saat kunjungan di Pulau Seribu bermakna negatif. Saat itu Ahok mengutip Surah Almaidah ayat 51.
Hal itu diungkapkan oleh ahli Bahasa Indonesia, Mahyuni yang menjadi saksi dalam sidang ke-10 kasus Ahok. Diterangkan Mahyuni, pilihan kalimat bohong itu merupakan konotasi yang memiliki makna negatif. Baginya, kalimat tersebut ada sumber dan ada yang dibohongin.
"Ilmu saya, pilihan kata bohong itu berdiri sendiri saja tanpa konteks maknanya negatif. Apalagi dipakai pada saat berpidato oleh seorang Gubernur DKI Jakarta," ujar Mahyuni, dalam persidangan di Auditorium Kementan, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/2).
Selain itu, sambungnya, makna kata "dibohongin" itu akan semakin negatif disampaikan oleh seorang gubernur di depan audiensnya para warga yang mayoritas muslim. Sehingga Ahok dapat dikatakan telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan. (elf/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
