
Ilustrasi
JawaPos.com - Masyarakat Indonesia harus berhati-hati dengan uang mainan atau uang tiruan. Meski bukan hal baru, namun meniru rupiah ini dilarang secara hukum. Walaupun tujuannya hanya untuk permainan.
Hal itu ditegaskan Asisten Direktur Departemen Pengelola Uang Bank Indonesia (BI) Eggi Gilkar. Selain uang palsu, kata dia, produksi uang tiruan melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
Sayangnya, kata Eggi, tak banyak yang paham bahwa uang tiruan lebih parah karena bisa sekaligus melecehkan mata uang Republik Indonesia (RI). Meskipun, dalam wujudnya, diberi keterangan bahwa cetakan tersebut adalah uang mainan.
"Karena tidak tahu, ini perlu upaya edukasi. Sulit jika harus langsung melakukan tindak pidana,” ucapnya sebagaimana dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Senin (13/2).
Karena itu, dia menyatakan, aturan tersebut masih dalam tahap edukasi. Sementara itu, upaya penindakan belum dilakukan. “Edukasi ada, namun penindakannya tidak seperti uang palsu. Kalau kami temukan, pasti langsung ditarik dari peredaran. Tindakan baru sebatas itu,” ujarnya. Kendati demikian, dia menyatakan, BI akan terus mengupayakan pemahaman terhadap masyarakat luas, terkait ketentuan tersebut. (*/ctr/man2/k8/fab/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
