
Ilustrasi: Suasana pascates urin anggota Polrestabes Surabaya dari potensi penggunaan narkotik maupun zak adiktif terlarang pada 31 Januari 2017 di mapolrestabes.
JawaPos.com – Komitmen Polda Jatim dalam memberantas narkoba nampaknya tidak hanya isapan jempol. Hal itu dibuktikan dengan penangkapan tiga anggota kepolisian yang sedang nyabu pada Minggu (12/2) dini hari.
Penangkapan tiga anggota kepolisian tersebut berawal dari ditangkapnya Aiptu Sugeng Irianto, Staf Bagsumda Polres Mojokerto pada Sabtu (11/2) sekitar pukul 00.00. Dia ditangkap tangan membawa 2 paket sabu seberat 0,7 gram.
Sugeng kemudian dikeler oleh Satnarkoba Polres Kediri menuju ke rumahnya. ''Polisi masih curiga ada yang disembunyikan di rumahnya,'' ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada Jawa Pos Senin (13/2) siang.
Ternyata benar, disaat bersamaan, datang Aiptu Suryadi, Staf Sat Sabhara Polres Jombang. Dia mengaku hendak ke rumah Sugeng. Setelah diinterogasi, dia langsung diamankan. ''Mereka ini ternyata janjian hendak pesta sabu,'' lanjut Barung.
Penggeledahan dilanjutkan ke rumah kosong di sebelah rumah Sugeng. Nah, ternyata di dalam rumah tersebut sudah ada Aiptu Dwi Putro Didik, Anggota Sabhara Polsek Kediri Kota.
Dwi tidak sendirian, dia ditemani 2 wanita pemandu karaoke (purel). Selain itu, polisi menemukan barang bukti seperangkat alat hisab sabu. ''Mereka ini sudah siap pesta sabu,'' lanjut pria asal Kalimantan Timur ini.
Ketiga polisi mbeling itu kemudian dibawa ke Mapolres Kediri. Mereka diperiksa dan tes urine. Hasilnya, baik Sugeng, Suryadi dan Dwi positif mengandung amfetamin dan metafetamin. ''Berdasarkan bukti awal, mereka terbukti mengkonsumsi narkotika jenis sabu,'' jelas Barung.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan. Tim gabungan ditugaskan melakukan pemeriksaan, yaitu Provos Polres Kediri, Kasi Propam Polres Mojokerto, Kasi Propam Polres Jombang dan Kasi Propam Polres Kediri Kota.
Tim tersebut akan disupervisi langsung oleh tim akreditor dari Bid Propam Polda Jatim. ''Proses hukum terhadap para terduga akan diserahkan kepada masing-masing atasan yang berhak menghukum (Ankum),'' tegas Barung.
Dia menambahkan, penangkapan ini sekaligus sebagai bukti bahwa Polda Jatim tidak main-main dalam pemberantasan narkoba. Siapapun yang terlibat akan ditindak. Selain itu, pihaknya akan transparan dalam penangannya. ''Oknum yang terjerat ini tidak akan ditutup-tutupi,'' bebernya.
Barung menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan ketiganya adalah pelanggaran sangat berat. Untuk itu, pihaknya akan diproses dengan sungguh-sungguh, baik secara pidana, disiplin dan kode etik. Pihaknya akan memproses secara pidana dulu. ''Setelah itu baru bisa diambil langkah sanksi disiplin dan kode etik,'' imbuhnya.
Jika pengadilan memutuskan hukuman lebih dari empat tahun penjara. Kemungkinan terburuknya adalah ketiganya akan dikeluarkan dari keanggotaan. ''Nanti kita tunggu saja, pasti kita hukum,'' pungkasnya. (aji/sep)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
