
AMPUN...: Sindi, tak berhenti menangis, dikelilingi warga dan pemilik kos-kosan yang ditinggali di Kompleks Flamboyan Bawah, Palangka Raya. Perempuan 18 tahun yang hamil lima bulan itu dituduh sengaja membakar barak yang disewanya.
JawaPos.com - Api yang berkobar di permukiman padat penduduk di Flamboyan Bawah Gang A Yani 6, Kota Palangka Raya, kemarin (12/2) pukul 09.00 WIB, berhasil dikuasai pemadam kebakaran setelah meludeskan 12 rumah warga dan dua barak alias kos-kosan. Namun, api kemarahan seorang korban kebakaran justru membara.
Marni, pemilik barak yang ditinggali Sindi, meminta pertanggungjawaban atas terbakarnya barak empat pintu miliknya. Dengan memamerkan wajah garang, Marni menarik tangan Sindi yang sudah menangis histeris. Tak mempedulikan meski Sindi sedang dalam kondisi hamil lima bulan.
Sindi hanya bisa meronta meminta tolong. Wajahnya tampak pucat. Kakinya sudah tak kuat lagi berpijak. Sampai akhirnya, tubuhnya yang hanya dibalut mini dress motif garis hitam putih itu, jatuh di pelukan Rusita, tetangganya.
"Jangan bu, jangan, ampun," rintihnya sambil menggenggam erat bungkusan plastik warna unggu berisi selembar celana panjang milik suaminya, barang satu-satunya yang bisa diselamatkan selain pakaian yang menempel di tubuhnya, Minggu (12/2).
Anak perempuan Marni menyebut, ibunya tahu adanya kebakaran ditelepon tetangga barak. Dirinya sendiri tidak tinggal di lokasi kebakaran. "Tadi (kemarin, Red) dikabari kalau awal api dari barak dia (Sindi, red)," sebutnya.
Akhirnya, Marni maupun Sindi dibawa ke Mapolsek Pahandut. Sesampai di sana, dengan kondisi sudah mulai tenang, Marni menyebut, ada unsur kesengajaan Sindi sehingga membuat barak empat pintu miliknya ludes dan merembet ke rumah warga lainnya. Sindi sendiri bersama suaminya baru sekitar empat bulan menyewa.
"Iya (sengaja dibakar, red) makanya saya minta pertanggungjawaban," ujarnya kesal.
Sementara, Sindi dengan terbata- bata menjelaskan awal mula peristiwa itu. Kala kebakaran menjilat, dia berada di luar barak. Menanti sang suami Rizki ke luar menjahit celana panjang. Dia tidak menghidupkan kompor ataupun menyalakan kipas angin di kamar.
Sehari-harinya, dia berjualan kue cenil dan kue basah berbahan dasar tepung kanji. Kebetulan hari itu tidak berjualan. Tidak berselang lama, bau asap tercium dari dalam rumah. Lalu dia masuk. Api sudah membakar kasur. Panik melanda. Dia teriak minta tolong sambil memadamkan api dengan alat seadanya.
"Saat itu gak ada yang dengar teriakan saya," ucap calon ibu berusia 18 tahun itu dengan terbata-bata.
Sang suami yang tiba usai menjahit celana, juga tak bisa menahan kobaran api merembet ke dinding-dinding kayu baraknya.
Dengan wajah pucat lantaran ketakutan diminta bertanggung jawab, dia menegaskan dirinya tidak lagi memasak atau menghidupkan kompor. Api berasal dari bilik kamar. "Kalau hidupin kompor saya nggakpak. Pagi itu saya nasi beli buat sarapan," tegasnya.
Tuduhan Marni itu memang belum terbukti kebenarannya. Petugas sendiri belum bisa memastikan.
''Apabila kebakaran ini memang benar bersumber dari listrik, maka saya minta kepada PLN agar mendata kembali pemakai langganan listrik yang ada di belakang Flamboyan ini," ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Kebakaran Kota Palangka Raya Anwar Sanusi Umar Gayo. (ram/abe/ami)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
