
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama tim kuasa hukumnya.
JawaPos.com - Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama, Humphrey Djemat menyayangkan pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Twitter. Menurut Humphrey, tulisan Lukman tersebut merupakan tanggapan terhadap pernyataan Basuki yang mengungkapkan bahwa memilih berdasarkan agama melawan konstitusi.
"Ahok menyatakan itu dalam posisinya sebagai paslon di Pilkada DKI dan berbicara dalam konteks menghindari isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) yang tentu berarti melawan konstitusi," kata Humphrey, Senin (13/2).
Selain itu, kata Humphrey, saat Ahok mengeluarkan pernyataan tersebut, sesungguhnya masih dalam batas waktu terakhir sebelum masuk pada hari tenang kampanye. "Sedangkan Menteri Agama menyatakan pendapatnya justru dihari tenang yang bisa menimbulkan penafsiran melakukan suatu bentuk kampanye terhadap Paslon tertentu," sesalnya.
Apalagi lanjut dia, Lukman merupakan Menteri Agama yang berasal dari PPP Romahurmuziy yang mendukung paslon nomor urut satu. "Seyogianya Lukman Hakim Saifuddin dalam posisinya sebagai Menteri Agama harus bersikap netral," tegasnya.
Humphrey menambahkan, bisa dibayangkan bagaimana jika pejabat pemerintah memberikan pernyataan yang mendukung salah satu paslon. Apalagi dalam masa tenang kampanye itu tidak diperbolehkan karena melanggar undang-undang.
"Seharusnya Lukman sebagai seorang menteri bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dan taat pada hukum. Semoga Presiden Jokowi bisa memberikan peringatan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin agar bisa menahan diri dan bersikap netral," pungkasnya.
Sebelumnya, Lukman sempat mengeluarkan pernyataan melalui akun twitternya bahwa memilih berdasarkan keyakinan agama tidak melanggar konstitusi. "Kita bangsa religius yang menjadikan agama sebagai acuan bersikap. Memilih cagub berdasar keyakinan agama sama sekali tak langgar konstitusi," demikian cuitan Lukman di Twitter. (uya/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
