
SOSIALISASI: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) memaparkan program bantuan pangan nontunai (BPNT) saat berkunjung ke Redaksi Jawa Pos, Minggu (12/2) di Surabaya.
JawaPos.com – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyosialisasikan program bantuan pangan nontunai (BPNT) kepada ratusan warga Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Benowo, Minggu (12/2). Dia berjanji program tersebut mengakhiri era beras apek yang sering ditemukan dalam program beras untuk rakyat miskin (raskin).
Warga yang diundang dalam acara itu adalah mereka yang tergabung dalam program keluarga harapan (PKH). Kelompok yang memang diplot oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menerima manfaat berbagai bantuan sosial. Mereka rata-rata ibu-ibu yang berasal dari lima kecamatan. Yakni, Benowo, Pakal, Tandes, Sambikerep, dan Sukomanunggal. Tidak ketinggalan beberapa pemilik e-warung yang telah menjadi pilot project Kemensos di Kota Surabya.
Dengan ditemani Dirjen, jajaran direksi Bulog, dan BNI, Khofifah menyaksikan secara langsung simulasi pengambilan bantuan pangan melalui outlet e-warung milik Suparmi, pemilik e-warung pertama di Surabaya. Pemohon adalah Sariwati, warga Sambikerep. Dia menukarkan nilai rekening sebesar Rp 100 ribu dengan dua karung beras dan dua kantong gula. ’’Alhamdulillah, transaksi berhasil,’’ seru pembawa acara saat Suparmi menarik struk transaksi dari mesin electronic data capture (EDC) miliknya.
Program yang digagas Kemensos tersebut akan menggantikan beras untuk keluarga miskin (raskin). Keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapatkan rekening BNI dan selembar kartu Indonesia sejahtera. APBN akan otomatis mentransfer bantuan uang ke rekening tersebut yang kemudian bisa ditukar menjadi beras 10 kg dan gula 5 kg di e-warung terdekat. ’’Program ini akan mengakhiri rezim beras kuning, berjamur, berkutu, dan berbatu,’’ kata Khofifah.
Dengan sistem itu, Khofifah yakin program bantuan pangan maupun bentuk bantuan lainnya akan terhindar dari bermacam ketidaktepatan. Di antaranya, tidak tepat harga, tidak tepat waktu, dan tidak tepat jumlah yang selama ini mengganggu sistem distribusi rastra. ’’Sekarang setiap rekening bisa di-top up langsung dari APBN,’’ ucap ketua umum PP Muslimat NU tersebut.
Selain melakukan sosialisasi di Gelora Bung Tomo, Mensos menyempatkan diri berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos di lantai 4 gedung Graha Pena, Surabaya. Kepada awak redaksi, Khofifah menambahkan, sistem BPNT juga memiliki keunggulan lain, yakni mempercepat kemandirian warga penerima manfaat.
Dalam perhitungan Kemensos, KPN bisa mandiri dalam jangka waktu lima tahun dengan beberapa intervensi dari pemerintah. Namun, khusus pengelola e-warung bisa mandiri hanya dalam waktu dua tahun. Sebab, selain mendapatkan pasar yang tetap (fix market), para pengelola akan mendapatkan bayaran dari setiap transaksi yang nilainya tidak kecil. ’’Jadi, multiplier effect dari program ini sangat besar,’’ jelasnya di hadapan awak redaksi. (tau/c17/fat/sep/JPG)

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
