
Ilustrasi
JawaPos.com - Kapal Motor Rasa Indah terbalik dan tenggelam di Perairan Pemalang, Jawa Tengah. Kapal nelayan tradisional nahas dengan lima anak buah kapal (ABK) itu tenggelam sekitar satu mil dari bibir Pantai Tanjungsari, Sugihwaras, Pemalang.
Kapal motor jenis sopek jaring kantong ukuran 4 GT itu berangkat dari Pantai Tanjungsari sekitar pukul 05.00 WIB. Kapal dinahkodai Nurohman (40). Rencananya mereka akan berlayar menuju ke Perairan Pemalang.
Namun, saat berada di tengah perairan, kapal motor yang mereka tumpangi digulung ombak tinggi, hingga terbalik dan tenggelam. Menurut salah seorang ABK Usman, sekitar pukul 06.00 WIB, dia bersama empat ABK lainnya menurunkan jaring di wilayah Laut Pemlaang.
Hanya saja, usai jaring diturunkan sekitar jam 07.30 WIB, ombak cukup besar menerjang dari arah utara ke selatan, sehingga kapal terbalik dan tenggelam. ”Kami berusaha menyelamatkan diri dengan cara meraih benda apapun yang bisa untuk dijadikan pelampung,” tuturnya.
Kasatpol Air Polres Pemalang AKP Sunardi menyampaikan, kapal tenggelam dan para ABK menyelamatkan diri. Empat dari lima ABK berhasil selamat. Sedangkan seorang ABK masih belum ditemukan. ”Seorang ABK atas nama Mulyono (40), belum berhasil ditemukan. Diduga korban tenggelam dan terbawa ombak,” jelasnya.
Sedangkan empat ABK lainnya, yaitu Usman (41), Daryono (32), Ade Suryanto (23), dan juru mudi Nurohman (40), berhasil diselamatkan setelah setengah jam bertahan di air. Meski begitu, Nurohman dan Ade Suryanto, yang kondisinya melemah harus dilarikan ke rumah sakit Prima Medika Pemalang.
”Perahu berhasil dievakuasi ke darat oleh para nelayan. Sedangkan untuk korban yang belum diketemukan hingga saat ini masih dalam pencarian tim SAR Satpolair bersama dengan BPBD Kabupaten Pemalang,” terangnya.
Dua hari sebelumnya, dia mengaku, sudah mengimbau kepada para nelayan untuk tidak melaut, mengingat kondisi cuaca yang sedang ektrem, baik melalui banner maupun pemasangan bendera hitam. ”Karena kurang dipedulikan, akibatnya ya seperti ini,” ujar AKP Sunardi.
Sementara itu, seorang pemilik warung di tepi pantai, Wawan mengatakan, awalnya dia melihat perahu tersebut yang perlahan-lahan semakin menghilang. Menyaksikan hal itu, dia kemudian segera mengabarkan ke lingkungan sekitar.
Beberapa saat setelah kejadian, warga bersama tim SAR melakukan evakuasi kapal menggunakan tali tambang. Setelah beberapa kali mengganti tambang, sekitar pukul 10.00 WIB, kapal berhasil ditarik ke pantai. (rid/sulung p/fat/zul/yuz/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
